Abu Sayyaf Minta Tebusan, Mahfud Tak Ingin Negara Kalah dengan Perampok

PERISTIWA | 9 Desember 2019 20:23 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Pemerintah Indonesia dan Filipina masih berkoordinasi untuk bernegosiasi dengan kelompok bersenjata Abu Sayyaf yang menyandera Tiga WNI. Menkopolhukam Mahfud MD menyebut, pihak Abu Sayyaf masih tertutup.

"Masih nego, karena dari lapangan karena dari pihak Abu Sayyaf kan kita belum tahu yah masih tertutup ya, dia masih menutup diri," katanya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (9/11).

Mahfud mengatakan, semua cara bakal dilakukan supaya tiga WNI tersebut bisa bebas. Hingga saat ini, Indonesia dan Filipina masih berkoordinasi.

"Sedang jalan nego-negonya untuk melakukan langkah-langkah penyelamatan dan pembebasan tanpa mengorbankan satu jiwa pun baik dari pihak penyandera maupun tersandera. Kita kan harus menyelamatkan," tuturnya.

Mahfud pun tidak ingin Indonesia lemah dengan memberi tebusan kepada Abu Sayyaf. Dia tidak sudi negara dipecundangi perampok.

"Berapa sekarang minta tebusannya Rp8,3 miliar kan, tapi kalau kita nuruti tebusan terus masa kalah sama perampok," tegasnya.

1 dari 1 halaman

3 WNI Disandera Selama 3 Bulan

Sudah dua bulan sejak September 2019, tiga WNI menjadi sandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Ketiganya merupakan nelayan Indonesia yang diculik dari Lahad Datu, Sabah.

Tiga nelayan diidentifikasi sebagai Maharudin Lunani (48), putranya Muhammad Farhan (27), dan anggota kru Samiun Maneu (27). Mereka diculik oleh orang-orang bersenjata dari kapal pukat nelayan yang terdaftar di Sandakan, perairan Tambisan.

Kelompok Abu Sayyaf meminta 30 juta peso atau sekitar Rp 8 miliar sebagai uang tebusan.

Seperti diketahui, Abu Sayyaf merupakan kelompok bersenjata yang kerap menculik nelayan yang menguasai wilayahnya. Kelompok ini berdomisili di Filipina, dengan tiga wilayah kekuasaan di daerah Jolo, Basilan, dan Mindanao. Meski begitu, mereka juga kerap berpindah-pindah. (mdk/fik)

Baca juga:
Bebaskan 3 WNI Disandera Abu Sayyaf, Polri Gandeng Badan Antipenculikan Filipina
Kisah Pilu Tiga WNI Disandera Kelompok Abu Sayyaf
Kaki Dirantai & Diancam Dipenggal, Cerita Pengalaman Tawanan yang Diculik Abu Sayyaf
Polri Koordinasi dengan Filipina Demi Bebaskan 3 WNI Jadi Sandera Abu Sayyaf
Menlu Retno Minta Filipina Bantu Pembebasan Nelayan WNI Disandera Abu Sayyaf
Menlu Retno Minta Presiden Filipina Upayakan Pembebasan 3 WNI dari Abu Sayyaf

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.