Achmad Zaky Ungkap Alasan Bukalapak Salurkan Donasi Lewat ACT

PERISTIWA | 24 Juli 2019 01:15 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pengusaha muda Indonesia pendiri Bukalapak Achmad Zaky mengatakan bahwa memberikan manfaat kepada sesama merupakan keyakinan yang ia pegang dari lahir hingga akhir hidup. Oleh karena itu dana donasi dari masyarakat di Bukalapak pun ia salurkan untuk pengembangan pendidikan di Indonesia Timur.

Dikutip dari cuitan di akun twitter pribadi Achmad Zaky yang diberi tagar #SpreadLoveNotHatred, Selasa (23/7), ia menyatakan bahwa sejak lahir, dibesarkan dan sampai akhir hidup, dia berpegang kuat pada satu keyakinan yaitu sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat seluas-luasnya bagi sesama.

Oleh sebab itu, dirinya tidak pernah berpikir dua kali jika bisa memakai dua tangan untuk pendidikan. "Saya nggak akan pernah ragu kalau punya kesempatan untuk membantu kemanusiaan. Peduli Pendidikan Tepian Negeri, melalui perpanjangan tangan kawan-kawan Aksi Cepat Tanggap (ACT @ACTforHumanity) adalah salah satunya," tulisnya.

Zaky melanjutkan, donasi yang diberikan melalui Bukalapak disalurkan untuk Pendidikan Tepian Negeri. Dana tersebut disalurkan untuk pengembangan pendidikan di Sumatera Barat dan Indonesia Timur, khususnya pulau-pulau perbatasan di NTT, Maluku, dan Papua.

Dana donasi tersebut digunakan untuk pembangunan sarana sekolah, pengadaan perlengkapan belajar siswa, beasiswa dan bantuan operasional guru.

"Tidak ada niat lain setitik pun dari kami di Bukalapak selain untuk melihat senyuman dari adik-adik di sana karena dapat menikmati kesempatan berharga untuk mengenyam pendidikan demi masa depan mereka sebagai generasi penerus bangsa yang tidak dapat digantikan oleh apapun," tulis Zaky.

"Oleh karena itu, marilah kita bergandengan tangan, lakukan yang terbaik, untuk bangsa yang kita cintai ini," ajak dia.

Sebelumya, situs jual beli online atau e-commerce Bukalapak angkat bicara soal tudingan yang menyatakan bahwa Bukalapak telah bekerja sama dengan kelompok radikal. Bukalapak menekankan bahwa mereka sama sekali tidak pernah bekerja sama dengan lembaga penyalur donasi yang terafiliasi dengan gerakan radikal dan ilegal.

Dikutip dari keterangan resmi Bukalapak, Selasa (23/7), perusahaan sangat menyesalkan adanya informasi tidak akurat di media sosial yang mengatakan bahwa Bukalapak bekerja sama dengan lembaga penyalur donasi yang terafiliasi dengan gerakan radikal dan ilegal.

"Informasi itu tidak benar dan dapat menyesatkan masyarakat," tulis pernyataan tersebut.

Bukalapak bekerjasama dengan berbagai lembaga kemanusiaan yang tersertifikasi pemerintah, seperti Aksi Cepat Tanggap (ACT), BAZNAS, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Rumah Yatim, dan Kitabisa untuk menyalurkan donasi dari pengguna aplikasi.

Bukalapak mengimbau masyarakat untuk tidak mempercayai dan turut menyebarkan hoax yang beredar di berbagai jejaring media sosial dan WhatsApp Group ini.

Sebagai mitra dari jutaan UMKM, Bukalapak akan berupaya sekuat tenaga guna menjaga kepercayaan pengguna dan memastikan bangsa Indonesia dapat terus merasakan dampak positif dari inovasi teknologi.

Reporter: Tommy Kurnia
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Bukalapak Buka Learning Center di Universitas Pamulang
Bos Bukalapak Bertekad Tangkal Rakyat Terjebak dalam Middle Income Trap
Gencar Ekspansi, Bukalapak Incar Status Decacorn Tahun ini
BPPT Kolaborasi Bersama Bukalapak Perluas Pemasaran Pelaku Usaha Binaannya
Cerita Ernest Prakasa Sukses Lewat Genre Film Komedi
Creativepreneur, Ruby Berbagi Kunci Sukses Temukan Passion

(mdk/fik)

TOPIK TERKAIT
BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com