ACT Tetap Salurkan Donasi yang Terkumpul Sebelum Izin PUB Dicabut Kemensos

ACT Tetap Salurkan Donasi yang Terkumpul Sebelum Izin PUB Dicabut Kemensos
Presiden ACT Ibnu Khajar. ©2022 Merdeka.com/bachtiar
NEWS | 6 Juli 2022 17:28 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Kementerian Sosial (Kemensos) resmi mencabut Izin Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT). Lantas, bagaimana nasib uang donasi yang telah disumbangkan warga sebelum izin tersebut dicabut.

Presiden ACT Ibnu Khajar memastikan pihaknya tetap menyalurkan donasi seperti ketentuan sebelumnya.

"Jadi dengan adanya keputusan yang dikeluarkan oleh Kemensos ini, kami akan
keputusan tersebut. Namun, untuk dana yang sudah terhimpun sebelum keputusan ini
ditetapkan, kami akan tetap beraktivitas dan menyalurkannya sebagaimana amanah yang
sudah diberikan," kata lbnu dalam keterangan yang diterima, Rabu (6/7).

Ia menyayangkan pencabutan izin PUB tersebut. Ia merasa telah kooperatif, bahkan telah memenuhi panggilan Kemensos pada Selasa (5/7) kemarin.

"Artinya kami telah menunjukkan sikap kooperatif. Kami juga sudah menyiapkan apa saja yang diminta oleh pihak Kemensos, terkait pengelolaan keuangan," sambungnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Sosial RI No 8/2021 tentang Penyelenggaraan Pengumpulan Uang atau Barang (PUB) pasal 27 telah dijelaskan adanya proses yang harus dilakukan secara bertahap.

"Melalul Pasal 27 itu disebutkan sanksi administrasi bagi penyelenggara PUB yang memiliki izin melalui tiga tahapan. Pertama, teguran secara tertulis, kedua penangguhan izin, dan ketiga baru pencabutan izin. Hingga kini kami masih belum menerima teguran tertulis tersebut," ujar Tim Legal ACT, Andri. (mdk/rhm)

Baca juga:
Ibnu Khajar: Polemik Pengelolaan Dana ACT Terjadi di Kepemimpinan Sebelumnya
Respons ACT Izin Pengumpulan Uang Dicabut Kemensos
PPATK: Anggota ACT Kirim Dana ke Negara Berisiko Tinggi Pendanaan Terorisme 17 Kali
Temuan Aliran Dana ACT ke Al-Qaeda, PPATK: Ada yang Langsung dan Tidak
PPATK Blokir 60 Rekening Terkait Donasi ACT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini