Ada Info Nurhadi Malam Ini di Jakarta, KPK Langsung Gerak Memburu

Ada Info Nurhadi Malam Ini di Jakarta, KPK Langsung Gerak Memburu
PERISTIWA | 27 Februari 2020 20:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih memburu mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi. Usai menyambangi Jawa Timur dan tak mendapatkan hasil, KPK kini kembali memburu Nurhadi di DKI Jakarta.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, penyidik KPK menerima informasi bahwa keberadaan Nurhadi malam ini ada di ibu kota.

"Selanjutnya memang kami menindaklanjuti informasi keberadaannya (Nurhadi) ada di Jakarta, sehingga malam ini teman-teman sedang bergerak ke lapangan melakukan penggeledahan di suatu tempat," ujar Ali di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (27/2).

Ali belum bersedia membeberkan lokasi yang dituju tim penyidik dalam memburu Nurhadi. Menurut Ali, perburuan terhadap Nurhadi akan terus dilakukan tim penyidik.

"Kami tentunya tidak bisa menyampaikan di daerah mana, tetapi di Jakarta dan masih berlangsung. Ini sekali lagi kami tegaskan sebagai komitmen penyidik KPK, komitmen pemimpin KPK untuk terus-menerus mencari para DPO dan menindaklanjuti Informasi yang masuk ke KPK," kata Ali.

1 dari 1 halaman

Sejak Kemarin Geledah Sejumlah Lokasi

Diketahui, secara berturut-turut KPK menggeledah di Tulungagung, dan Surabaya Jawa Timur. Penggeledahan dilakukan di kantor pengacara Rahmat Santoso & Partners, kediaman ibu mertua Nurhadi, dan kediaman adik ipar Nurhadi.

Namun tim penyidik belum berhasil menyeret Nurhadi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. KPK menetapkan Nurhadi sebagai tersangka karena yang bersangkutan melalui Rezky Herbiono, diduga telah menerima suap dan gratifikasi dengan nilai Rp46 miliar.

Tercatat ada tiga perkara sumber suap dan gratifikasi Nurhadi, pertama perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara, kedua sengketa saham di PT MIT, dan ketiga gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan.

Diketahui Rezky selaku menantu Nurhadi diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari Direktur PT MIT Hiendra Soenjoto untuk mengurus perkara itu. Cek itu diterima saat mengurus perkara PT MIT vs PT KBN.

Reproter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6.com (mdk/eko)

Baca juga:
Geledah Rumah Adik Ipar Nurhadi, KPK Sita Dokumen & Alat Elektronik
KPK Tak Temukan Eks Sekretaris MA Nurhadi dan Mantunya di Tulungagung
Buru Buronan, KPK Geledah Rumah Ibu Mertua Nurhadi
Polri Bantah Beri Pengamanan Kepada Buronan KPK Nurhadi
KPK Sita Dokumen dari Kantor Milik Adik Ipar Nurhadi
KPK Geledah Kantor Pengacara Adik Ipar Nurhadi di Surabaya
Tak Hadiri Praperadilan Nurhadi, KPK Ngaku Masih Persiapkan Administrasi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami