Adik Hatta Rajasa bantah paksa Wa Ode kembalikan uang suap

PERISTIWA | 26 September 2012 10:51 Reporter : Nurul Julaikah

Merdeka.com - Di sidang lanjutan kasus suap alokasi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID), Wa Ode menyebut-nyebut nama Hafizs Tohir, adik kandung Menko Hatta Rajasa. Wa Ode mengaku, Hafizs pernah mendesaknya mengembalikan uang suap dari Fahd El Fouz hanya demi menjaga hubungan baik dengan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso sebagai atasan Fahd di Ormas MKGR.

"Ya tanyakan saja kepada yang bicara, karena saya enggak pernah tahu untuk urusan itu," ujar Hafizs Tohir dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Rabu (26/9).

Hafisz enggan berbicara lebih rinci saat ditanya seperti apa kedekatan PAN dengan Priyo. Sebagai ketua DPP ini, dia mengaku jarang berbicara di luar urusan partai.

"Saya enggak paham itu, karena saya jarang bicara keluar partai kecuali bicara urusanku, masalah internal organisasi," jelas dia.

Dia menambahkan, persoalan kadernya Wa Ode yang tersandung kasus korupsi sudah ada yang mengurusi. Yakni ketua advokasi PAN Drajat Wibowo.

"Saya tidak bisa comment terkait hal ini karena sudah diatur mekanismenya saudaraku, demikian mohon maaf," sambungnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, di sidang kemarin Wa Ode Nurhayati mengaku didesak partainya melalui adik Hatta Rajasa yang bernama Hafiz Tohir, untuk mengembalikan uang suap dari Fahd karena partainya itu ingin menjaga relasi dengan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso. Fahd diketahui orang dekat Priyo.

Menurut Wa Ode, dia harus mengembalikan uang suap sebesar Rp 6,25 miliar yang diterimanya dari Fahd. Kemudian, Hafisz memerintahkan Wa Ode mengembalikan uang suap itu setelah mendapat telepon dari Priyo.

"Dia bilang, masa depan politik saya masih panjang. Uang kan bisa dicari," kata Wa Ode saat ditemui di sela-sela sidang di Pengadilan Tipikor kemarin.

"Yang bilang begitu adiknya ketua umum (PAN, Hatta Rajasa), bagaimana saya enggak keder?" ujarnya.

Setelah bertemu DPD PAN, Wa Ode mengembalikan duit secara bertahap. Tahap pertama, Wa Ode mengembalikan sebesar Rp 4 miliar ke Fahd. Pengembalian tahap pertama itu Wa Ode menambahkan sebesar Rp 2 miliar untuk ganti rugi ke Fahd.

"Saya menghormati partai. Selalu yang dihormati partai adalah nama baik Priyo karena dia adalah Wakil Ketua DPR dan Fahd adalah orangnya dia (Priyo)," ujarnya.

Atas keterangan Wa Ode, hakim anggota Hendra Yosfin curiga. Hakim curiga kenapa Wa Ode rela mengembalikan uang suap dua kali lipat padahal dirinya mengaku tidak sepersen pun memakai uang suap itu.

"Kami, rakyat, perlu tahu mengapa fraksi begitu menghormati Priyo. Kenapa seorang Priyo sampai dibela mati-matian seperti itu?" kata Hendra.

Saat dicecar hakim seperti itu, Wa Ode sempat terdiam. Kemudian ia hanya mengaku karena didesak partai. Wa Ode mengaku hanya menghormati partainya.

"Hubungan baik antarpolitisi harganya mahal," kata dia.

(mdk/lia)

TOPIK TERKAIT