Adik Ipar Djoko Tjandra yang Diduga Jadi Penghubung ke Jaksa Pinangki Sudah Meninggal

Adik Ipar Djoko Tjandra yang Diduga Jadi Penghubung ke Jaksa Pinangki Sudah Meninggal
PERISTIWA | 3 September 2020 18:28 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Penyidik Kejaksaan Agung sedang menelusuri pihak yang menjadi penghubung antara Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan Djoko Tjandra dalam kasus pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA). Tetapi penyidik mendapat kabar sosok penghubung itu sudah meninggal dunia.

"Ini baru saya selidiki, karena ada indikasi yang bersangkutan meninggal. Baru saya pastikan bener meninggal nggak," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Ali Mukartono, di Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (3/9).

Menurut Ali, orang yang menjadi perantara ini bukan dari internal Kejaksaan. Dia masih enggan mengungkap identitas sosok tersebut.

"Nggak tau, lupa," kata Ali.

Dihubungi terpisah, Kuasa Hukum Djoko Tjandra, Soesilo Aribowo, menyebut sosok yang dimaksud sebagai perantara pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) antara jaksa Pinangki Sirna Malasari dengan kliennya adalah Herijadi. Menurutnya, Herijadi adalah adik ipar Djoko Tjandra

"Adik ipar Pak Djoko Tjandra," tutur Soesilo saat dikonfirmasi, Kamis (3/9).

Lanjut Soesilo, Herijadi telah meninggal dunia pada Februari 2020 lalu. Penyebab kematiannya diketahui karena terdampak virus Corona atau Covid-19.

"Meninggal Covid di Indonesia," kata Soesilo.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan politikus Partai Nasdem Andi Irfan Jaya (AI) sebagai tersangka perkara suap jaksa Pinangki Sirna Malasari (PSM) dalam pusaran kasus Djoko Tjandra. Dia langsung ditahan di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kami koordinasi untuk menempatkan tersangka AI ini dilakukan penahanan di Rutan KPK, terhitung mulai hari ini," tutur Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono di Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2020).

Hari menyebut, Andi Irfan merupakan rekan dari jaksa Pinangki. Untuk perannya sendiri kini penyidik masih mendalami dan memastikan lewat temuan alat bukti dan kesaksian.

"Dugaannya kan diterima oknum jaksa P, tetapi apakah diterima langsung ataukah melalui orang ketiga, makanya penyidik hari ini menetapkan satu orang lagi. perannya seperti apa? Sementara ini dugaannya adalah melalui ini (Andi Irfan) lah uang itu nyampe ke oknum jaksa sehingga diduga ada permufakatan jahat," jelas dia.

Penahanan Andi Irfan di Rutan KPK, lanjut Hari, merupakan bagian dari koordinasi Kejagung dan lembaga antirasuah tersebut. Sebagaimana perannya menjalankan fungsi pengawasan dari penyidikan itu sendiri.

"Begitu ditetapkan sebagai tersangka kemudian ada SPDP, itu kami sudah menembuskan surat itu, termasuk hari ini. Itulah awal dari koordinasi dan hari ini juga kami tempatkan tahanan itu di Rutan KPK. Itulah salah satu wujud koordinasi kami," Hari menandaskan.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Sumber: Liputan6.com (mdk/lia)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami