Ahli Kedokteran Unand Menilai Vaksin Covid-19 Aman

Ahli Kedokteran Unand Menilai Vaksin Covid-19 Aman
Presiden Jokowi disuntik vaksin Covid-19. ©Agus Suparto/Indonesian Presidential Palace/Handout via REUTERS
PERISTIWA | 17 Januari 2021 13:05 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Ahli kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang Dr Andani Eka Putra menilai vaksin COVID-19 yang digunakan pemerintah dalam vaksinasi aman karena telah melewati fase pengujian keamanan.

"Kalau ditanya apakah vaksin aman, saya akan katakan Insya Allah aman karena sudah melewati fase I dan II. Sejak uji fase I dan II, keamanan vaksin sudah bisa terlihat," kata dia di Padang, Minggu (17/1).

"Kalau keberhasilannya 30 persen maka 30 persen terlindung, jika 60 persen maka 60 persen terlindung, dan baru akan bisa dilihat setahun ke depan (hasilnya)," ia menambahkan.

Dia juga mengimbau warga Muslim agar tidak khawatir mengenai kehalalan vaksin COVID-19 karena Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa mengenai vaksin buatan Sinovac, perusahaan farmasi China, yang digunakan pemerintah dalam vaksinasi.

"Saya tidak terlalu pusing memikirkan ini. Kalau pun ternyata ada kandungan zat yang tidak halal, saya memutuskan tetap melakukan vaksin dengan pertimbangan dalam keadaan darurat," kata Andani, yang sudah menjalani vaksinasi COVID-19.

Mengenai kemungkinan adanya efek samping dari vaksinasi COVID-19, Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand itu mengatakan bahwa semua vaksinasi memiliki efek samping.

"Jangan katakan vaksin tidak ada efek samping. Yang paling ringan adalah rasa sakit saat disuntik, lalu ada efek gatal, bengkak, merah, mual, dan sakit kepala. Bahkan untuk efek samping berat bisa pingsan. Namun yang diantisipasi adalah penanganannya," kata dia.

Dia mengingatkan bahwa vaksinasi tidak serta merta bisa mengatasi penularan COVID-19. Vaksinasi hanya bagian dari upaya untuk mengendalikan penularan penyakit tersebut.

"Jangan mengantungkan semua pada vaksin karena vaksin hanya salah satu dari lima pilar penanganan COVID-19 yaitu edukasi, tracing (pelacakan) dan testing, pelayanan di rumah sakit, dan penegakan hukum," katanya. (mdk/ded)

Baca juga:
Ahli Kedokteran Unand Menilai Vaksin Covid-19 Aman
Terpapar Covid-19, Ketua KPU Sumsel Meninggal Dunia
Update 17 Januari 2021: 4.845 Pasien Covid-19 Rawat Inap di RSD Wisma Atlet
Update 17 Januari: 781 WNA Positif Covid-19, 715 Telah Sembuh
Kematian karena Covid-19 di Seluruh Dunia Tembus 2 Juta Jiwa

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami