Ahok Bakal Jadi Bos BUMN, Sekjen NasDem Sebut 'Negara Butuh yang Kompeten'

PERISTIWA | 14 November 2019 14:29 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok disebut-sebut salah satu calon bos perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny Gerard Plate menyambut baik kabar tersebut.

Sekjen Partai NasDem ini mengatakan, negara memang sedang membutuhkan figur kompeten untuk memimpin perusahaan BUMN.

"Kan negara butuh yang kompeten," kata Johnny di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (14/11).

Pria kelahiran Flores, 10 September 1956 ini menilai tak masalah bila kader PDI Perjuangan itu menjabat posisi strategis di perusahaan BUMN. Asalkan tidak ada aturan yang melarang politikus berada dalam struktural perusahaan pelat merah itu.

"Kalau aturannya boleh parpol, silakan. Kalau enggak boleh parpol ya sesuaikan. Kan begitu. Yang perlu itu kan bukan parpolnya, penugasannya. Dan dalam rangka penugasannya kalau kompeten kan senang," ujarnya.

Meski demikian, Johnny enggan menilai cocok atau tidaknya Ahok menjadi bos perusahaan BUMN. Mengingat, Ahok belum memiliki pengalaman memimpin perusahaan BUMN atau BUMD. Ahok hanya memiliki pengalaman di birokrasi pemerintahan karena pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dan Bupati Belitung Timur.

Johnny beralasan, yang menentukan cocok atau tidaknya seseorang memimpin perusahaan BUMN adalah Tim Penilai Akhir atau TPA.

"Kalau TPA sudah menilai dengan bagus, ya bagus dong. Nothing is personal ya. Yang kita butuhkan orang yang betul-betul pas untuk penugasan-penugasan. Baik itu politik maupun penugasan-penugasan eksekutif. Kalau di BUMN, komisaris, direksi itu penugasan eksekutif," ucap dia.

Baca juga:
Politikus PDIP: Ahok Lebih Pas Jadi Direksi PLN
VIDEO: Jokowi Nilai Ahok Pantas Pimpin BUMN Karena Punya Track Record Baik
Ahok Bakal Jadi Dirut BUMN, Demokrat Singgung Status Eks Napi
Ahok Dikabarkan Jadi Bos Pertamina, Ini Kata Erick Thohir
Diminta Mundur dari PDIP jika Jadi Dirut BUMN, Ini Jawaban Ahok

(mdk/bal)