Ahok Sebut Kondisi Bantaran Kali di Samarinda Mirip Jakarta

PERISTIWA | 13 Juli 2019 18:00 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengunjungi Samarinda atas undangan warga Dayak Kalimantan Timur. Dia teringat sewaktu tugasnya sebagai Gubernur Jakarta, menata kali di Jakarta, saat melihat kali di Samarinda, ibu kota provinsi Kalimantan Timur.

Ada sedikit perbedaan warga Jakarta dan Samarinda dalam penyebutan kali. Bagi warga Samarinda, menyebutnya sebagai sungai. Seperti, Sungai Karang Mumus, yang bermuara ke Sungai Mahakam.

Ahok menyadari, ada sebagian orang yang tidak menginginkan dia membongkar rumah di bantaran kali, untuk memperlancar arus air, guna meminimalisir banjir Jakarta.

"Orang melihat saya bongkar-bongkar rumah di Jakarta. Tentu mereka berharap tidak. Saya bisa bongkar seluruh Jakarta, kalau saya mau, karena saya punya alat berat sendiri," kata Ahok, saat dialog bersama warga Dayak Kalimantan Timur, di Hotel Mesra Internasional, Jalan Pahlawan, Samarinda, Sabtu (13/7).

Ahok punya alasan kenapa dia sempat begitu lambat membongkar rumah di bantaran kali. "Karena rumah susun yang kami sediakan, belum jadi. Jadi, waktu saya bongkar waduk pluit, itu sampai isinya saya kasih. Sampai daster ibu-ibu saya belikan. Alat masak, saya belikan. Jadi, saya dorong mereka pindah. Lalu, siapa yang marah selama ini?" ungkap Ahok.

Pun demikian, Ahok menilai rumah bantaran kali yang dia lihat di Samarinda, ada kemiripan di Jakarta. "Banyak yang kuasai lahan-lahan di pinggir sungai, itu bukan rakyat miskin. Banyak (rumah) rakyat miskin kita bongkar, itu adalah penyewa sebetulnya. Bukan asli (warga setempat). Coba saja cek," ujar Ahok.

"Sungai-sungai di sini (di Samarinda), saya lihat ada rumah-rumah di pinggir sungai. Kita tanya penghuninya, pasti penyewa lebih banyak, bukan pemilik. Pemilik itu biasa orang-orang hebat. Dianggap tokoh, tokoh pemuda lah, tokoh itu lah, cuma ongkang-ongkang manfaatkan orang miskin," ungkap Ahok.

Termasuk anggota-anggota dewan, menurut Ahok, juga banyak terlibat. "Parkir liar segala macam. Pasar, semua terlibat sebetulnya. Saya kan pernah di DPRD Tingkat II. Makanya, kalau ngomong sama saya orang politik, pasti panas kupingnya dia. Saya buka semua kartunya. Kalau sama saya, nggak usah gaya-gayaan deh. Saya buka kartu kamu saya bilang," pungkas Ahok.

Baca juga:
Ahok & Istri Dapat Gelar Asang Lalung dan Idang Bulan dari Warga Dayak, ini Artinya
Di Mata Ahok, Sutopo Sosok Pejuang Tangguh dan Berdedikasi
LSI Denny JA Ramalkan Ahok Bisa Jadi Salah Satu Capres Potensial 2024
Ahok Ucapkan Selamat ke Jokowi: Saya Percaya Jadi Pemimpin Semua Golongan
Anies Tantang Ahok Jelaskan Kenapa Kontribusi Pengembang Harus 15 Persen

(mdk/ded)