Air di Kawah Atambupu Danau Kelimutu Menyusut, Tetua Adat Gelar Ritual

Air di Kawah Atambupu Danau Kelimutu Menyusut, Tetua Adat Gelar Ritual
Ritual Pati Ka atau Memberi Makan Leluhur di Danau Kelimutu. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 3 Agustus 2021 13:26 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Fenomena alam terjadi di Danau Kelimutu. Air di dalam salah satu kawahnya, yakni Atambupu, menyusut.

Pemerintah Kabupaten Ende, Taman Nasional Kelimutu (TNK), dan tokoh adat sekitar danau terus melakukan berbagai upaya terkait fenomena itu.

Sesuai kepercayaan masyarakat Kabupaten Ende serta rekomendasi pemerintah dan DPRD Kabupaten Ende, para Mosalaki atau tetua adat sebagai penyangga Danau Kelimutu melakukan ritual pati ka atau memberi makan leluhur pada Sabtu (31/7).

Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu (TNK) Hendrikus Rani Siga menjelaskan, pihaknya mendukung dan mengedepankan kearifan lokal menghadapi fenomena alam itu. "Biarkan leluhur dan alam bekerja setelah dilakukannya upacara ritual pati ka tersebut," kata Hendrikus, Selasa (3/8).

Menurutnya, TNK mempunyai kewajiban moral untuk mendukung kearifan lokal. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, harus dilakukan ritual pati ka atau memberi makan leluhur.

Selain dilakukan upacara adat pati ka, TNK juga akan mengundang dan meminta para pakar geologi untuk melakukan kajian ilmiah terkait fenomena alam itu.
"Penyusutan air di Danau Kelimutu pada salah satu kawah, yaitu Atambupu, mengundang pertanyaan banyak pihak. Oleh karena itu setelah tokoh adat melakukan ritual, kita serahkan kepada para pakar geologi untuk berbicara menjawab pertanyaan masyarakat," ujar Hendrikus.

Ketua Forum Komunitas Adat Kelimutu Yohanes Don Bosco Watu mengatakan, pihaknya mendukung langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Ende maupun TNK untuk meneliti fenomena penyusutan air di kawah Atambupu.

"Saya sebagai Ketua Forum Komunitas Adat Kelimutu memberikan apresiasi yang pemerintah daerah dan TNK, yang berkeinginan untuk melakukan kajian ilmiah terkait fenomena alam surutnya air di kawah Atambupu," ungkap Don Bosco Watu.

Dia berharap jika penyusutan air itu berkaitan dengan kegiatan di sekitar Danau Kelimutu, harus disampaikan terbuka kepada masyarakat Kabupaten Ende."Jika berkaitan dengan aktivitas proyek di sekitar Danau Kelimutu, maka kami minta untuk dihentikan. Sebagai tokoh adat, kami tetap meminta kepada leluhur, agar air di kawah Atambupu bisa naik kembali seperti semula," tutup Don Bosco Watu. (mdk/yan)

Baca juga:
CEK FAKTA: Hoaks Asteroid Akan Tabrak Bumi
Warga Bandung Dikagetkan Suara Gemuruh, BMKG Belum Bisa Pastikan Asal Suara
Semburan Belerang di Danau Batur Bali Belum Berhenti, Kematian Ikan Capai 70 Ton
Keindahan Rainbow Valley di Pulau Hormuz, Iran yang Penuh Warna
Mengenal Musim Subtropis, Berikut Karakteristiknya
Semburan Belerang Sebabkan Danau Batur Bangli Berubah Hijau

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami