Air Mata Shalfa Avrila Tanggapi Isu Miring Hingga Tak Mau Lagi jadi Atlet

PERISTIWA | 30 November 2019 20:31 Reporter : Imam Mubarok

Merdeka.com - Shalfa Avrila Sania, tak bisa menahan kesedihannya. Dalam dekapan ibunda Ayu Kurniawati, atlet senam Sea Games 2019 asal Kediri itu menangis tersedu menanggapi ragam tuduhan miring untuknya. Akibat isu tak sedap itu, Shalfa gagal mengikuti perhelatan Sea Games 2019 di Filipina.

Shalfa tiba di rumah di Kediri pada Sabtu dini hari pukul 02.00. Dia dijemput dari indekosnya di Gresik. Setelah sempat beristirahat, Shalfa didampingi ibu dan kuasa hukumnya, Imam Mukhlas menceritakan kisah pilu yang dialaminya.

Di awal keterangannya, Shalfa langsung mengklarifikasi tuduhan PB Persani yang menyebut namanya dicoret karena prestasi menurun di nomor 37. Faktanya, kata Shalfa, dia memang diminta memainkan dua alat dengan alasan menjaga kondisi jelang keberangkatan ke Filipina.

"Sedangkan atlet-atlet lainnya memainkan empat alat dan secara otomatis mempengaruhi perolehan nilai. Permintaan memainkan dua alat itu alasnnya untuk menjaga kondisi agar tidak cedera jelang keberangkatannya ke Sea Games 2019," kata Shalfa Avrila Sania pada wartawan, Sabtu (30/11), sambil terisak.

Soal tudingan dirinya tak merawan, Shalfa mengatakan sangat terpukul. Gara-gara kabar itu, Shalfa sampai tak ingin lagi kembali ke dunia olah raga senam. Dia ingin meneruskan cita-citanya sebagai polwan.

"Saya sudah enggak mau jadi atlet senam lagi, Saya yakin bisa meraih sukses di bidang lain mau jadi polwan," kata gadis kelahira 2002 yang sudah mengantongi puluhan medali ini.

1 dari 2 halaman

Hasil Pemeriksaan Dokter Membantah Isu Beredar

Sebagai orangtua, Ayu Kurniawati, kecewa dengan tuduhan tersebut terlebih putrinya gagal mewakili Indonesia di ajang Sea Games 2019 Filipina. Shalfa dicoret tim kepelatihan dengan alas sudah tidak perawan.

Mendengar kabar tersebut keluarga menjemput Shalfa di Pelatnas Sea Games, Gresik.

"Ternyata hasil pemeriksaan tim dokter, selaput daranya masih utuh. Saat ini Shalfa terpukul hingga tidak mau bersekolah," kata Ayu Kurniawati, Ibu Kandung Shalfa, Jumat (29/11).

Demi mencari keadilan, Imam Mukhlas, kuasa hukum keluarga melapor hal tersebut ke Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menpora dan pihak terkait lain. Tim kuasa hukum meminta Kemenpora menindak keputusan pelatih yang merusak nama baik atlet dan mengembalikan kepercayaan dirinya.

2 dari 2 halaman

Shalfa Berlatih Senam Sejak SD

Shalfa telah berjuang keras demi menggapai cita citannya. Shalfa mulai masuk Pelatnas ketika masih duduk di bangku kelas 5 SD. Sejak saat itu Shalfa berpisah dengan orang tuanya.

Selain memborong puluhan medali, Shalfa juga dua kali meraih piagam Satya Yasa Cundamani, sebuah penghargaan tertinggi dari Pemerintah Kota Kediri. (mdk/lia)

Baca juga:
Pembukaan SEA Games 2019, Kontingen Indonesia Tampilkan Busana Daerah
Kemeriahan Jelang Upacara Pembukaan SEA Games 2019
Cetak Sejarah, Polo Air Putra Indonesia Raih Emas SEA Games 2019
Penjelasan Lengkap Heboh Atlet Senam Dicoret dari Sea Games
Ketum Persani: Shalfa Digantikan Yogi Novia Murni Alasan Prestasi Bukan Hal Lain
KONI Jatim: Shalfa Dipulangkan karena Indisipliner, Bukan Soal Perawan
Insiden Memalukan Bendera Negara Terbalik di Ajang Olahraga Internasional

TOPIK TERKAIT