Air Sungai di Denpasar Berubah Merah Akibat Pencemaran Limbah Tekstil

PERISTIWA | 26 November 2019 15:00 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Warna air sungai atau Tukad Badung di sekitar Jalan Imam Bonjol, Denpasar, Bali berubah menjadi merah, Selasa (26/11). Kepala Satpol PP Kota Denpasar, Dewa Sayoga menerangkan bahwa sungai itu berubah berwarna merah karena pemilik sablon Nurhayati membuang limbah sembarangan.

Pemilik sabon dianggap melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 tahun 2015 tentang Tertib Lingkungan Pasal 12 ayat 3.

"Untuk denda setinggi-tingginya Rp50 juta dan kurungan enam bulan," kata Sayoga saat dihubungi.

Sementara I Gusti Made Suandhi yang merupakan Perbekal Desa Dauh Puri Kauh menyampaikan, bahwa kejadian seperti ini baru pertama kali.

Dia mengutarakan, di wilayah itu ada empat pengusaha sablon dan tekstil. "Sebenarnya warga kita sudah dibina. Ia suah lama tinggal di sini. Kita terkejut. Kebetulan lupa atau gimana limbahnya dibuang di kali," ujarnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Pengusaha Sebut Kendaraan Listrik Masih Berpotensi Cemari Lingkungan
Industri Alkohol, Batik dan Peternakan Babi Terbukti Cemari Sungai Bengawan Solo
Pemprov Sumut Kirim Tim Pelajari Merkuri Cemari Madina
KLHK Gelar Operasi 30 Hari Perangi Pencemaran Laut
Bendung Karet Tirtonadi Solo Dipenuhi Limbah Busa Rumah Tangga
Tidak Tahan Bau Busuk Pabrik Serat Rayon, Warga Sukoharjo Mengadu ke DLH

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.