Airin Koordinasi dengan Polisi Terkait Aksi Balap Lari Liar

Airin Koordinasi dengan Polisi Terkait Aksi Balap Lari Liar
PERISTIWA | 15 September 2020 11:45 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, belum mengetahui balap lari liar dilakukan kelompok remaja di Tangerang Selatan. Aksi balap lari liar di Tangerang Selatan, itu sebelumnya menjadi viral di media sosial Instagram.

Salah satu aksi yang balap lari liar di Tangerang Selatan yang viral di media sosial terjadi di kolong Flyover Gaplek, Pamulang. Airin mengaku bakal melakukan inpeksi mendadak terkait aksi sekelompok remaja tersebut.

"Di mana? Kapan? Jam berapa? Kasih tahu sama saya titiknya, nanti saya sidak," kata Airin Selasa (15/9).

Dia meminta, remaja di Tangerang Selatan, tidak ikut-ikutan melaksanakan balapan lari liar, yang membuat pengguna jalan resah, akibat penutupan jalan yang dilakukan saat menggelar aksi balap lari.

"Enggak boleh, karena bahaya. Ngapain olahraga nyari bahaya. Penyakit Covid-19 berbahaya, kok nyari bahaya lagi. Maksudnya mereka itu mau apa, bingung saya. Nanti saya diskusi sama Kapolres dan lainnya, karena beliau biasanya lebih paham mengenai hal tersebut," ucap Airin.

Sebelumnya, Kapolres Tangerang Selatan AKBP Iman Setiawan menegaskan, akan menindak para remaja yang berkumpul tersebut, dengan pelanggaran dalam aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Yang kami akan tindak adalah membuat kerumunan," kata Kapolres Tangsel, AKBP Iman dikonfirmasi, Jumat (11/9) lalu.

Lanjut Iman, tindakan yang akan diberikan kepolisian terhadap fenomena balap lari tentunya akan mengikuti peraturan Walikota (Perwal) yang ada.

"(Sesuai) Perwal," jelas dia.

Diketahui, pada Perwal perubahan Keempat atas Peraturan Walikota Nomor 13 Tahun 2020 tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka penanganan Corona Virus Disease 2019.

Disebutkan dalam pasal pada Perwal perubahan tersebut, ketentuan Pasal 28 diubah, sehingga berbunyi sebagai

berikut: Pasal 28 (1) Setiap orang atau badan yang melanggar ketentuan Pasal 8, Pasal 9 ayat (2) dan ayat (3), Pasal 10,

Pasal 11, Pasal 12, Pasal 13 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 14 ayat (3), Pasal 15 ayat (3), Pasal 17 ayat (2) sampai dengan ayat (5), Pasal 18, Pasal 18A ayat (1) sampai dengan ayat (4), Pasal 20 ayat (1) dan ayat (2), Pasal 26A ayat (1) dan 26B dapat dikenakan sanksi administratif berupa, teguran lisan, peringatan tertulis, pengamanan barang dan/atau alat yang berpotensi menimbulkan pelanggaran, pembubaran, pemberhentian sementara kegiatan, pembekuan izin, pencabutan izin, tindakan lain yang bertujuan untuk menghentikan pelanggaran; dan/atau denda administratif.

Denda administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf i dapat dikenakan kepada setiap orang yang tidak menggunakan masker saat berada di luar rumah dan/atau melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (3) huruf i, Pasal 10 ayat (4) huruf e, Pasal 10 ayat (5) huruf e, Pasal 18 ayat (5) huruf c, Pasal 18 ayat (6) huruf b angka 2, Pasal 18 ayat (6) huruf c angka 2, dan Pasal 18 ayat (7) huruf d dapat dikenakan denda adminisratif sebesar Rp 50.000,00 (lima puluh ribu rupiah). (mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami