Airlangga Sebut Tak Ada yang Aneh Andai Ahok Jadi Komisaris BUMN

PERISTIWA | 14 November 2019 18:13 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditawari Menteri BUMN Erick Thohir memimpin salah satu BUMN. Merespons itu, Ketum Golkar Airlangga Hartarto tak masalah Ahok duduk di jabatan itu.

"Kalau BUMN dari profesional itu kan biasa, kalau BUMN terutama posisi komisaris kan kemarin juga banyak dari tokoh masyarakat, jadi itu bukan suatu yang aneh," kata Airlangga di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (14/11).

Airlangga tidak masalah kader parpol ditarik menjadi petinggi BUMN. Dia bilang, biasanya kader parpol mundur dari partai setelah menjabat komisaris di BUMN.

"Kan biasanya kalau sudah duduk, kader-kader itu akan mengundurkan diri dari parpol seperti ada beberapa tokoh Golkar jadi komisaris dan di saat bersamaan mereka mundur dari DPP," ucapnya.

1 dari 1 halaman

Tak Lugas Apakah Ahok Harus Mundur dari PDIP

Menko Perekonomian itu tidak menjawab lugas apakah Ahok harus mundur dari PDIP. Dia hanya menyebut, memimpin BUMN mengelola dana besar.

"Kalau bicara komisaris, kan ada mengelola dana itu. Nanti kita lihat," tandasnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Sentimen Ahok Masuk BUMN Bantu Rupiah Tak Melemah Tajam
Pengamat Soal Ahok Masuk BUMN: Ada Peraturan, Pernah Dipidana Tak Bisa Menjabat
Ahok Bakal Jadi Bos BUMN, Sekjen NasDem Sebut 'Negara Butuh yang Kompeten'
Politikus PDIP: Ahok Lebih Pas Jadi Direksi PLN
VIDEO: Jokowi Nilai Ahok Pantas Pimpin BUMN Karena Punya Track Record Baik
Ahok Bakal Jadi Dirut BUMN, Demokrat Singgung Status Eks Napi