AirNav Antisipasi Kenaikan Jumlah Penerbangan ke Bali

AirNav Antisipasi Kenaikan Jumlah Penerbangan ke Bali
Ratusan warga Australia tinggalkan Bali. ©MADE AYU ROSA/AFP
NEWS | 7 Oktober 2021 16:49 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Air Navigation Indonesia (AirNav) menyatakan kesiapannya dalam menyambut pembukaan kembali rute penerbangan internasional baik untuk penerbangan komersial berjadwal dari dan ke Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

Keputusan tersebut, menyusul rencana Pemerintah untuk membuka kembali Bandara Ngurah Rai untuk pelaku perjalanan internasional pada 14 Oktober 2021 mendatang.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Pramintohadi Sukarno menjelaskan, AirNav telah melakukan pengecekan kesiapan dari semua aspek operasional di Cabang Denpasar.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan pengujian kompetensi pada seluruh personel dan peralatan navigasi penerbangan, salah satunya dengan adanya pelaksanaan program Computer Based Training (CBT) secara berkala untuk semua petugas Air Traffic Controller (ATC).

“Kami selalu memastikan agar awareness para ATC terjaga dengan baik untuk mengantisipasi adanya kenaikan jumlah penerbangan sewaktu-waktu. Terlebih dengan adanya tren peningkatan jumlah penerbangan dalam 3 bulan terakhir. Kami juga selalu menjaga kinerja peralatan CNSA (Communication, Navigation, Surveillance, and Automation) sehingga seluruh fasilitas dapat bekerja dengan optimal. Kesimpulannya, SDM siap, fasilitas dan peralatan siap, semuanya siap”kata Pramintohadi Kamis (7/10).

Dia juga menegaskan AirNav cabang Denpasar bersama semua stakeholder penerbangan dan pihak-pihak yang terkait di antaranya Pemerintah Daerah Provinsi Bali, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali (OTBAN), TNI Angkatan Udara, PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Kepolisian Republik Indonesia, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Denpasar, Bea Cukai Ngurah Rai, para operator penerbangan internasional (maskapai), dan Ground Handling telah menjalin komunikasi dan melakukan koordinasi.

“Dalam waktu dekat, seluruh pihak yang terkait dengan rencana ini akan melakukan simulasi pelayanan terhadap pelaku perjalanan internasional di Bandara Ngurah Rai. Dari simulasi tersebut, masing-masing akan membuat Standar Operating Procedure (SOP) untuk memastikan semua hal yang berkaitan dengan pelayanan penerbangan dan protokol kesehatan berjalan dengan baik,” ucap dia.

Mengenai alokasi kesediaan waktu terbang (slot time) penerbangan, AirNav siap melayani seluruh slot time yang telah dikoordinasikan dengan PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandara Ngurah Rai dan disetujui oleh Direktorat Angkutan Udara (DIRANGUD) Kementerian Perhubungan RI selaku Regulator.

“AirNav punya aplikasi CHRONOS yang siap membantu pengaturan slot time penerbangan. Nantinya, pengaturan slot time tersebut akan disesuaikan dengan berbagai kebutuhan protokol kesehatan untuk para penumpang pesawat yang akan berangkat maupun yang baru mendarat,” terang dia. (mdk/rnd)

Baca juga:
Masa Karantina Penumpang Penerbangan Internasional Bandara Ngurah Rai Akan Dikurangi
Bandara I Gusti Ngurah Rai Siap Sambut Kedatangan Turis Asing
Kebijakan Karantina Diharapkan Tak Memberatkan Wisman di Bali
Sandiaga Uno: Jalur Penerbangan Dibuka di Bali, Siapkan 35 Hotel Jadi Karantina
Wisman Boleh Masuk Bali, Okupansi Hotel Diperkirakan Meningkat

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami