Ajak Vaksinasi Covid-19, Gubernur DIY Pastikan Tak Ada Sanksi Bagi Penolak

Ajak Vaksinasi Covid-19, Gubernur DIY Pastikan Tak Ada Sanksi Bagi Penolak
PERISTIWA | 14 Januari 2021 16:05 Reporter : Fikri Faqih

Merdeka.com - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajak warganya dengan kesadaran mengikuti program vaksinasi Covid-19. Namun bagi mereka yang menolak tidak ada sanksi.

"Mungkin agak berbeda dengan daerah lain, dengan kepercayaan akan kearifan lokal masyarakat DIY, tidak akan dilakukan sanksi," katanya di Yogyakarta, Kamis (14/1).

Dia meyakini seluruh lapisan masyarakat di DIY pada gilirannya nanti dengan penuh kesadaran akan siap untuk divaksinasi khususnya yang memiliki usia 18 sampai 59 tahun.

"Ada pun bagi lanjut usia (lansia) akan diberikan setelah datangnya vaksin aman yang diperuntukkan khusus bagi lansia," ujarnya.

Sultan berharap seluruh masyarakat dapat menjadi subjek untuk menangkal penyebaran virus Covid-19.

"Secara sadar untuk saling membantu dan menjaga, sehingga tercipta imunitas di masyarakat (herd immunity) guna menangkal penyebaran virus Covid-19," jelasnya seperti dilansir dari Antara.

Dia menjelaskan jatah vaksin Covid-19 yang bakal diterima DIY total sebanyak 2.605.179 dosis. Jatah ini akan diterapkan dalam 4 tahap yakni bagi tenaga kesehatan, pelayanan publik, masyarakat rentan, dan pelaku ekonomi esensial, termasuk masyarakat umum.

"Sementara, baru 26.806 dosis vaksin dikirimkan pada tahap pertama ini. Berdasar data, setidaknya ada 36.247 tenaga kesehatan di DIY yang sudah terdaftar," ungkapnya.

Sedangkan tahap kedua, akan diterapkan kepada 555.290 petugas publik, tahap ketiga, sebanyak 995.353 masyarakat rentan, dan tahap terakhir 1.065.179 dosis bagi pelaku ekonomi essensial dan masyarakat lainnya.

Dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 perdana di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta KGPAA Paku Alam X menjadi orang pertama yang mendapatkan vaksinasi.

Setelah Wagub DIY, vaksinasi dilakukan kepada 14 tokoh lain dari perwakilan unsur forkopimda, tokoh agama, serta tokoh masyarakat di DIY untuk menandai dimulainya program vaksinasi Covid-19 di DIY.

Adapun Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X belum masuk daftar penerima vaksinasi COVID-19 perdana sebab usianya telah melebihi 59 tahun. Sementara Vaksin Sinovac hanya diperuntukkan bagi penerima dengan rentang usia 18-59 tahun. (mdk/fik)

Baca juga:
Gubernur Banten Sebut Warga Tolak Vaksinasi Covid-19 Bisa Disanksi Denda dan Pidana
Pemprov DKI Siapkan 21 Rumah Sakit Rujukan Antisipasi Efek Samping Vaksin Covid-19
Siap Dilaksanakan Besok, Begini Persiapan Vaksinasi Covid-19 di Medan
Gubernur Sumsel Sebut Tak Rasakan Sakit dan Nyeri Usai Divaksinasi Covid-19
Tujuh Relawan di Sultra Batal Ikut Vaksinasi Covid-19
Polisi Telusuri Tempat Pesta Raffi Ahmad, Terancam Pidana 1 Tahun

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami