AJI Palembang Buka Posko Pengaduan Jurnalis Terdampak Covid-19

AJI Palembang Buka Posko Pengaduan Jurnalis Terdampak Covid-19
PERISTIWA | 27 April 2020 18:56 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang membuka posko pengaduan bagi jurnalis terdampak Covid-19. Ketua AJI Palembang Prawira Maulana mengatakan, bisnis media di Indonesia turut menjadi korban pandemi Covid-19 yang telah berlangsung selama dua bulan terakhir.

Akibatnya perusahaan media terus berusaha bertahan dan mencari skema kebijakan yang tentunya berimbas pada pekerjanya. Jurnalis mau tak mau turut menjadi korban pandemi.

"Pandemi Covid-19 berimbas pada perusahaan media dan jurnalis turut menjadi korban," ungkap Prawira seperti dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Senin (27/4).

Di saat kondisi pandemi, kata dia, beberapa pekerja media menyampaikan telah terjadinya pemotongan sejumlah tunjangan yang diberikan selama ini, seperti tunjangan transportasi dan uang operasional lainnya. Sementara efisiensi atas biaya operasional dan sejumlah tunjangan juga direncanakan untuk dihilangkan jika masa pandemi masih akan berlangsung lebih lama.

Sementara jurnalis yang bekerja dengan sistem kontrak seperti halnya para kontributor juga tidak lepas merasakan imbas kondisi. Jurnalis dengan sistem kontributor mengalami ancaman atas pembatasan kuota pemberitaan hingga besaran nilai berita yang lebih rendah dibandingkan sebelumnya.

"Bulan depan, bakal ada hari besar agama. Perusahaan harus menjalankan kewajiban tunjangan hari raya kepada para pekerjanya," tegasnya.

Dengan beragam kondisi yang kompleks ini, AJI Palembang membuka posko pengaduan ketenagakerjaan bagi pekerja media yang terkena dampak pandemi. Posko akan memberikan layanan pengaduan berupa konsultasi mengenai ketenagakerjaan, pengaduan atas kondisi ketenagakerjaan hingga pengaduan yang akan dilanjutkan dalam proses advokasi (pendampingan) penyelesaian sengketa ketenagakerjaan.

"Kami siap bantu teman-teman jurnalis yang ada keluhan ketenagakerjaan di masa ini," tegasnya.

Sementara puluhan jurnalis yang bertugas di Sekretariat Daerah Kota Palembang menyerahkan bantuan peduli Covid-19 ke warga melalui Pemkot Palembang. Sebanyak 85 karung beras ukuran 5 kilogram diserahkan kepada Gugus Tugas Covid-19 Palembang.

Bantuan itu berasal dari sumbangan jurnalis selama beberapa hari terakhir. Bantuan ini setidaknya mengurangi beban hidup masyarakat di tengah pandemi.

"Walaupun kami garda terdepan dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat, kami juga ingin turut berbagi dengan masyarakat, karena kami tahu ekonomi masyarakat sedang turun," kata salah seorang jurnalis, Raden. (mdk/cob)

Baca juga:
Ditolak Pulang ke Indekos, Tiga Perawat RSUD Bung Karno Solo Tidur di RS
300 Penumpang KRL dan 50 Petugas di Stasiun Bogor Ikuti Tes Swab Covid-19
Sri Mulyani: Bank Pembangunan Islam Siap Beri Pinjaman ke Indonesia Rp3,8 Triliun
Miris, Jenazah Pasien Penyakit Lambung Ini Ditolak Warga Karena Dikira Corona
DPRD DKI Alihkan Anggaran Kunker Hingga Reses Rp 256 M buat Tangani Covid-19

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami