Ajukan Banding, Idrus Pasrah Jika Vonisnya Lebih Berat

PERISTIWA | 15 Mei 2019 19:28 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Idrus Marham mengajukan banding dalam kasus dugaan suap PLTU Riau-1. Idrus yang divonis 3 tahun penjara tak mempermasalahkan jika Pengadilan Tinggi nantinya malah menambah berat hukumannya.

"Jadi masalah berat dan tidak saya serahkan kepada Yang Maha Kuasa," kata Idrus usai diperiksa di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/5).

Idrus diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dirut nonaktif PLN Sofyan Basir dan Bos PT. Borneo Lumbung Energi dan Metal Samin Tan. Idrus mengakui adanya pertemuan dengan Sofyan Basir, namun dalam pertemuan tersebut tak ada kaitannya dengan proyek.

"Bahwa saya ketemu dengan Pak Sofyan itu adalah bicara masalah politik, masalah kehidupan kebangsaan, bicara tentang bagaimana tentang keumatan, dan bagaimana tentang program Kementerian Sosial di daerah perbatasan," ujar mantan Menteri Sosial itu.

Saat disinggung apakah dalam pertemuan tersebut terselip pembicaraan soal fee proyek PLTU Riau-1, Idrus mengaku tak ada.

"Enggak ada, (pertemuan dengan Sofyan soal) keumatan itu. Masa keumatan ada bagian-bagian. Ya Allah ini nih pikirannya nih," jelasnya.

Sedangkan terkait dengan Samin Tan, Idrus mengaku tak kenal.

"Pak Samin Tan itu saya enggak kenal. Pak Samin Tan juga enggak kenal dengan saya. Ada terjadi miss pada awalnya itu, kirain Samin Tan yang itu, ternyata bukan. Jadi, tidak kenal," ungkapnya.

Sebelumnya, Idrus Marham divonis 3 tahun penjara denda Rp150 juta subsider 2 bulan kurungan. Idrus dinyatakan menerima suap Rp2,25 miliar dari pemilik Blackgold Natural Resources Limited Johanes B. Kotjo.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Idrus Marham Kembali diperiksa KPK
Ekspresi Idrus Marham Saat Divonis 3 Tahun Penjara
Idrus Marham Berperan Aktif Suruh Eni Maulani Minta Duit ke Johannes buat Munaslub
Terima Suap Proyek PLTU Riau-1, Idrus Marham Divonis 3 Tahun Penjara
Puluhan Tahanan Kasus Korupsi Nyoblos di Rutan KPK
Berkemeja Putih dan Salam Jempol, Idrus Marham Mencoblos Pemilu 2019 di Rutan KPK
Vonis Ditunda, Idrus Marham Harap Hakim Pertimbangkan Fakta Persidangan

(mdk/fik)