Akali Rekening Bersama, Komplotan ini Bobol Bank Pemerintah Rp16 Miliar

PERISTIWA | 10 September 2019 22:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - YA (24) dan RF (23) mengakali sebuah aplikasi e commerce selama satu hari penuh. Kejahatan yang dilakukan jaringan itu pun berhasil membuat salah satu bank pemerintah merugi hingga Rp16 Miliar.

Kanit 1 Subdit 1 Ditsiber Bareskrim Polri, Kompol Ronald Sipayung menjelaskan, salah satu bank pemerintah melihat adanya anomali transaksi pada 3 Desember 2018. Pada hari ini ada transaksi dalam rekening bersama yang dilakukan melalui aplikasi e commerce.

"Modusnya adalah proses transaksi tersebut berhasil tetapi saldo dari pelaku tidak berkurang malah yang berkurang itu adalah saldo dari rekening bank pemerintah sebagai virtual account yang bekerjasama dengan aplikasi dengan e commerce tersebut," ucap Ronald di Mabes Polri, Selasa (10/9/2019).

Ronald menyebut, pelakunya yakni YA (24) dan RF (23). Mereka memiliki akun salah satu aplikasi e-commerce. Saat itu, melalui aplikasi tersebut membeli pulsa dan barang-barang lain.

Tetapi, saldo yang ada di akun pelaku tidak terpotong karena seolah-olah proses tersebut gagal. Namun, rekening virtual account yang bekerja sama dengan aplikasi e-commerce tersebut wajib membayar.

"Transaksi tersebut berhasil tetapi tidak mengurangi saldo dari pelaku tetapi di sisi lain bank pemerintah sebagai bank yang bekerja sama dengan aplikasi tersebut mencatat transaksi tersebut berhasil sehingga terjadi pengurangan saldo atau ada kewajiban dari bank pemerintah tersebut untuk membayar kepada e-commerce tersebut dari dasar tersebut," kata dia.

Ronald mengatakan, kedua tersangka merupakan bagian dari jaringan yang berasal dari Ogan Hilir, Palembang. Ia menyebut, ada dua lagi yang masih masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Total keseluruhan kerugiannya Rp16 Miliar. Tapi untuk yang dua orang ini berhasil mendapatkan keuntungan Rp1,3 miliar," ujar dia.

Selain kelompok YA dan RF, Ronald mengatakan ada kelompok lain yang hingga kini masih diburu.

"Saat ini Beberapa sindikat lain masih kita upayakan untuk bisa menangkap dan mengungkap," ucap dia.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo membeberkan pelaku memanfaatkan aplikasi KUDO. "Nama Aplikasinya KUDO," ucap dia.

Baca juga:
Belum Lunasi Honor Saksi Pemilu, Ketua Gerindra Solo Dipolisikan
Diupah Tak Layak, Sopir Larikan Mobil dan Uang Majikan
Gelapkan Uang Perusahaan Rp 19,3 Miliar, Hadi Beli Tiga Rumah dan Mobil Mewah
Kecewa Upah Didapat, Pria asal Mojokerto Bawa Kabur Motor dan Laptop Perusahaan
Tidak Terima Ditetapkan Tersangka, Pemilik Toko Accu di Sidoarjo Gugat Kapolri
Rey Utami Diperiksa Terkait Penggelapan dan Penipuan Kendaraan Pablo Benua

(mdk/ded)

TOPIK TERKAIT