Akankah Serda Ucok, eksekutor di Lapas Cebongan bebas?

Akankah Serda Ucok, eksekutor di Lapas Cebongan bebas?
Sidang kasus Lapas Cebongan. ©2013 Merdeka.com/parwito
PERISTIWA | 5 September 2013 04:01 Reporter : Nurul Julaikah

Merdeka.com - Ke-12 anggota Kopassus Grup II Kandang Menjangan, Surakarta, hari ini akan menjalani sidang vonis kasus penyerbuan Lapas Kelas IIB, Sleman, Yogyakarta dan penembakan 4 narapidana narkoba, yakni Deki dkk hingga meninggal.

Pada kasus ini, dakwaan dibagi menjadi empat berkas, yakni dakwaan untuk berkas pertama terdiri dari Serda Ucok Tigor Simbolon, Serda Sugeng Sumaryanto, dan Koptu Kodik. Namun, dalam pasal dakwaan untuk berkas pertama, Serda Ucok Tigor Simbolon dikenakan pasal berlapis.

Dakwaan primer untuk Serda Ucok yakni pasal 340 juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Subsider pasal 338 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke 1, kemudian subsider pasal 351 ayat 1 juncto ayat 3 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke 1. Dia juga dijerat pasal 103 ayat 1 juncto ayat 3 ke 3 KUHP Militer.

Oleh karena itu, Serda Ucok Tigor Simbolon dituntut 12 tahun penjara dikurangi masa penahanan sementara dan dipecat dari dinas militer.

Serda Ucok merupakan eksekutor kasus penyerangan itu. Dia mengaku sempat shock usai menembak empat tahanan titipan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal itu disampaikan Ucok di pengadilan.

"Sesaat setelah menembak orang ke empat di dekat kamar mandi, saya sempat gemetar dan syok, sampai kemudian saya merasa ada yang menepuk pundak saya dan menarik ke luar ruangan sel," kata Ucok di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta seperti dikutip dari Antara, Selasa (16/7).

Pengakuan tersebut disampaikan Ucok ketika menjadi saksi pada sidang lanjutan kasus penyerangan Lapas Cebongan pada berkas dua dengan lima terdakwa yakni Sertu Tri Juwanto, Sertu Anjar Rohmanto, Sertu Martinus Roberto, Sertu Suprapto, dan Sertu Hermawan Siswoyo.

Sementara itu, rekan Ucok lainnya, yakni Serda Sugeng Sumaryanto dituntut 10 Tahun Penjara dikurangi masa penahanan sementara dan dipecat dari dinas militer, Koptu Kodik 8 Tahun Penjara dikurangi masa penahanan sementara dan dipecat dari dinas militer.

Sedangkan Sertu Tri Juwanto, Sertu Anjar Rahmanto, sertu Martinus Robert Paulus Benani, Sertu Suprapto dan Sertu Herman Siswoyo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dalam Dakwaan Primer. Oleh karena itu dituntut dengan pidana penjara masing-masing selama 2 (dua) Tahun di kurangi masa penahanan sementara.

Adapun Serda Ikhmawan Suprapto adalah penunggu mobil saat aksi tersebut. Oditur Militer berpendapat bahwa Serda Ikhmawan Suprapto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dalam Dakwaan Primer tersebut. Oleh karena itu, Serda Ikhmawan dituntut dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan dikurangi masa penahanan sementara.

Berkas keempat Serma Rokhmadi, Serma Muhammad Zaenuri dan Serma Sutar terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dalam dakwaan tersebut, sehingga dituntut dengan Pidana penjara masing-masing selama 8 bulan.

Untuk diketahui, kasus penyerangan LP Cebongan oleh 12 anggota Kopassus terhadap empat tahanan Deki dkk itu terjadi 23 Maret lalu. Penyerangan itu dilatar belakangi balas dendam karena keempat tahanan membunuh anggota Koppasus Serda Heru Santoso pada 19 Maret 2013 dan peristiwa pembacokan terhadap mantan anggota Kopassus Sertu Sriyono pada 23 maret oleh para korban.

Empat korban dalam penyerangan di Lapas itu adalah Hendrik Angel Sahetapy alias Deki, Adrianus Candra Galaja, Yohanis Juan Manbait (anggota Polda DIY) dan Gameliel Yermiyanto. Saat menyerang Lapas, mereka membawa 6 pucuk senjata, yakni 3 pucuk AK 47 yang dibawa dari latihan, 2 pucuk AK 47 replika, dan satu pucuk pistol jenis Sig Sauer replika. Satu orang berinisial U merupakan eksekutor tunggal. (mdk/mtf)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami