Akibat Asap, 3 Pesawat Tak Berani Landing di Bandara Sultan Syarif Kasim II

PERISTIWA | 22 September 2019 09:47 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Akibat asap kebakaran hutan dan lahan menyebabkan jarak pandang di Pekanbaru hanya 500 meter. Asap tersebut juga menyebabkan 3 pesawat tidak berani mendarat d Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada Minggu (22/9).

Ketiga pesawat yang masih berputar-putar atau hold di langit Pekanbaru pukul 08.30 WIB itu masing-masing adalah Batik Air, Citilink dan Malindo Air.

"Iya ada yang mutar-mutar. Yang masih holding sementara ada dua, Batik Air dan Citilink juga kemungkinan Malindo," kata Officer In charge (OIC) Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru Benni Netra kepada merdeka.com.

Menurut Benni, maskapai Batik Air dengan nomor penerbangan 6856 dari Bandara Soekarno Hatta seharusnya mendarat pada pukul 07.35 WIB. Namun, hingga kini jarak pandang di landasan pacu Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru berkisar 500 meter sehingga pilot masih menunggu jarak aman pendaratan.

Sedangkan untuk maskapai Citilink QG 936 yang juga dari Soekarno Hatta Jakarta dijadwalkan untuk mendarat sekitar pukul 08.15 WIB. Sementara Malindo Air OD 362 dari Subang, Malaysia yang dijadwalkan mendarat pukul 08.30 WIB juga masih berputar-putar di udara Pekanbaru.

"Sekarang jarak pandang 500 meter, sedangkan jarak pandang aman untuk mendaratkan pesawat adalah minimal 800 meter," jelas Benni.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan jarak pandang di Bandara Pekanbaru hanya 500 meter akibat kabut asap. Bahkan lebih parah di Pelalawan, yakni hanya berkisar 300 meter, Rengat Kabupaten Indragiri Hulu 500 meter serta Kota Dumai 1 Kilometer.

Terganggunya aktivitas penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru terus terjadi sejak dua pekan terakhir. Batik Air 6856 yang merupakan jadwal kedatangan pertama ke Bandara SSK II Pekanbaru terpaksa harus menghadapi situasi Hold setiap pagi. Bahkan, Batik 6856 harus berputar lebih satu jam lamanya karena pekatnya kabut asap.

Namun meski begitu, masih ada juga pilot yang nekat mendarat di Bandara Pekanbaru sangat terbatas. Bukan hanya kedatangan, maskapai juga ada yang nekat terbang dari Pekanbaru menuju kota lain.

"Jarak pandang aman biasanya 800 meter, tapi semua itu tergantung pilot yang ngambil keputusan untuk take off ataupun landing," tutup Benni.

Baca juga:
211 Titik Panas Terdeteksi di Riau
WALHI: 288 Perusahaan Rusak 4,5 Juta Hektar Ekosistem Gambut
Menteri LHK Sebut Jokowi Tak Pernah Katakan Menolak Bantuan Malaysia Atasi Karhutla
Walhi Desak Pemerintah Ungkap Korporasi Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan
BMKG Deteksi 129 Titik Panas Karhutla di Riau, 4 Daerah Diselimuti Kabut Asap
Kabut Asap Mendadak Pekat, Pebalap Sepeda Tour de Siak Balik Kanan
Kementerian LHK Segel 52 Lokasi dan Tetapkan 5 Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

(mdk/fik)