Akibat Asap Pekat Karhutla Langit di Muaro Jambi Berwarna Oranye

PERISTIWA | 21 September 2019 20:53 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - Kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Desa Puding dan Pulau Mentaro, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Hari ini, dampak kabut asap akibat kebakaran hutan telah membuat langit Muaro Jambi persis ketika senja datang.

Dikutip dari Antara, Sabtu (21/9), karhutla di dua desa mengakibatkan kabut asap terparah. Eko, warga setempat mengatakan, siang hari yang seharusnya cerah, berubah gelap bak menyambut datangnya malam.

Kondisi itu makin terasa ketika mendekati lokasi lahan yang terbakar. Kendaraan yang melintas harus menghidupkan lampu. Sumber lainnya mengatakan kondisi angin yang kuat membuat hembusan api semakin membesar dan semakin gelap.

"Tiupan angin memang kencang disertai suara gemuruh api yang membakar lahan yang berjarak dua kilometer lagi dari permukiman warga setempat," kata Eko.

Asap yang makin pekat juga membuat minimnya aktivitas warga di dua desa tersebut. Warga lebih banyak berdiam di dalam rumah. Warga juga menghidupkan lampu rumah karena suasana gelap seperti malam hari.

Saat ini, Tim Satgas Karhutla Jambi dibantu pasukan TNI dan Brimob Polda Jambi masih terus berupaya memadamkan api.

Saat ini ada 100 prajurit TNI dari Yonif 144 Bengkulu yang diturunkan membantu pemadaman api karhutla di Muarojambi yang dibantu personel Brimob Polda Jambi.

Baca juga:
VIDEO: Ular Berkaki Mati Terbakar di Hutan Riau
Perusahaan Terlibat Karhutla, Malaysia Ingin Buat UU Kualitas Lingkungan
Karhutla di Kutai Barat Meluas ke Cagar Alam Kersik Luway, Habitat Anggrek Terancam
Ma'ruf Amin: MUI Telah Keluarkan Fatwa Haram Pembakaran Hutan Sejak 2016
WALHI: 288 Perusahaan Rusak 4,5 Juta Hektar Ekosistem Gambut
Kebakaran Lalap Hutan Jati di Semarang
Menengok Ruang Bebas Polusi untuk Korban Kabut Asap Riau

(mdk/lia)

TOPIK TERKAIT