Akibat Pergeseran Tanah, Dua Kampung di Lebak Minta Direlokasi

PERISTIWA | 12 Februari 2019 21:06 Reporter : Dwi Prasetya

Merdeka.com - Pergerakan tanah terus terjadi setiap hari di Kampung Jampang Cikuning dan Kampung Jampang Neglasari Desa Sudamanik, Kecamatan Cimarga. Untuk itu warga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Lebak menyiapkan lahan relokasi. Pasalnya, dalam sehari keretakan tanah bertambah dua centimeter.

Pengulu Sardi (62) tokoh masyarakat setempat mengatakan, seluruh warga rela direlokasi dari tanah kelahiran ketimbang tinggal dalam rasa takut dan kekhawatiran. Pergerakan tanah ini satu arah ke sungai Cisimeut. Rumah-rumah yang dekat dengan sungai mengalami keretakan parah.

keretakan rumah milik warga bervariasi dari 5 sampai 50 cm. Bahkan, akibat pergeseran tanah ada keretakan di perkebunan warga ada bagian rumah ambles.

"Kita siap direlokasi daripada memakan korban jiwa ya kami siap direlokasi. Soalnya kalau tinggal di sini kami khawatir," kata Sardi kepada wartawan, Selasa (12/2).

Akibat bencana alam ini, seluruh kepala tidak bisa beraktivitas lantaran, khawatir terjadi sesuatu terhadap anak istrinya saat mereka meninggalkan rumah. Semenjak terjadinya pergerakan tanah, para warga tidak bisa tidur nyenyak dan harus ronda memantau pergerakan tanah.

"Tiap malam semuanya gak tidur, pintu gak pernah dikunci supaya ketika tanah bergeser bisa langsung lari menyelamatkan diri ke luar rumah," jelasnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan Ukat (63). Dia mengatakan, setiap turun hujan seluruh warga pergi ke luar rumah. Mereka berharap pemerintah segera melakukan tindakan supaya kekhawatiran dan ketakutan tidak berlarut-larut.

"Kalau sebagai masyarakat di sini itu mah terserah pemerintah. Pengen kita mah teliti dulu tanahnya," katanya.

Diketahui, akibat bencana alam pergeseran tanah tersebut sebanyak 104 rumah mengalami rusak dengan kategori berat dan ringan, empat diantaranya ambruk. (mdk/fik)

Baca juga:
104 Rumah di Lebak Rusak Akibat Pergeseran Tanah
Anies Gandeng Jepang Atasi Penurunan Tanah di Jakarta
Pemprov DKI Berguru Pada Jepang Atasi Persoalan Penurunan Muka Tanah
Penampakan Tanggul Pengaman Pantai di Muara Baru yang Bocor
Solusi Anies Soal Riset Sebut Tanah di Jakut Turun 11 Cm Tiap Tahun
TPU Semper Banjir Karena Lebih Rendah Dari Permukaan Laut

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.