Aksi peduli Palestina ricuh di Konjen AS, mahasiswa Surabaya segel McDonald's

Aksi peduli Palestina ricuh di Konjen AS, mahasiswa Surabaya segel McDonald's
PERISTIWA | 19 Desember 2017 17:27 Reporter : Moch. Andriansyah

Merdeka.com - Puluhan aktivis mahasiswa dari berbagai elemen menggelar demonstrasi Peduli Palestina di Konjen Amerika Serikat (AS), Jalan Citra Niaga, surabaya. Para aktivis mahasiswa ini menamakan diri Forum Kebangsaan Jawa Timur.

Karena gagal menemui perwakilan Konjen AS, para demonstran lintas agama dan elemen dari GMNI, PMII, PMKRI, GP Ansor, Lesbumi NU, KMHDI, HMI, AMI, dan GMKI ini mengalihkan aksinya ke McDonald's di Jalan Basuki Rahmad.

Di tengah rintik hujan, ratusan aktivis mahasiswa ini menyegel rumah makan cepat saji produk Amerika tersebut. Di depan McDonald's, para demonstran juga menggelar doa bersama untuk Palestina.

aksi peduli palestina di surabaya ricuh

Aksi peduli Palestina di Surabaya ricuh ©2017 merdeka.com/moch andriansyah

Dijelaskan Koordinator Aksi, Zainuddin dari PMII, bahwa penyegelan McDonald's ini dilakukan karena aspirasi mereka di Konjen AS tidak didengar. Bahkan, dalam aksi tersebut sempat terjadi kericuhan.

"Kami hanya ingin menyampaikan pernyataan sikap. Bahwa, Presiden Donald Trump harus mencabut kata-katanya soal ibu kota Israel di Yerusalem. Jika tidak, Konjen AS harus angkat kaki dari Surabaya," tegas mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UIN) Surabaya ini, Selasa (19/12).

Namun ternyata, perwakilan Konjen AS di Surabaya tidak mau menemui para demonstran. Tak urung, karena kesal, para mahasiswapun memaksa masuk gedung yang dijaga ratusan personel dari Polrestabes Surabaya. Mereka menerobos barikade polisi.

Dalam insiden itu, sempat terjadi aksi saling dorong antara polisi dan mahasiswa, yang berujung diamankannya seorang demonstran. Namun akhirnya dilepas kembali.

Gagal di Konjen AS, para demonstran mengalihkan aksinya di McDonald's, Jalan Basuki Rahmad. Di sini, para mahasiswa melakukan penyegelan.

"Pengakuan Presiden Donald Trump telah melanggar statuta PBB. Hal ini juga mengakibatkan timbulnya kembali konflik bersenjata di Yerusalem," kata Jey, sapaan akrab Zainuddin.

Sebagai kota suci bagi agama-agama besar dunia, lanjutnya, Yerusalem memiliki ikatan emosional dan spiritual, bukan hanya bagi Israel dan Palestina.

"Tetapi bagi seluruh bangsa di dunia. Maka kami menilai sikap Donald Trump adalah bentuk kesombongan di hadapan bangsa-bangsa di dunia," tegas Jay. (mdk/dan)

Israel ogah kembalikan jenazah warga Palestina tewas dibunuh pasukan keamanan

Wapres JK soal desakan boikot produk AS: Jangan emosional

Akademisi Saudi desak masyarakat terima pengakuan Trump soal status Yerusalem

375 Siswa SD di Solo gelar aksi dukung Palestina

AS memveto resolusi dewan keamanan PBB soal Yerusalem

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami