Aksi Tolak Tambang Tak Digubris, Mahasiswa Aceh Ancam Serukan Boikot Pemilu

PERISTIWA | 11 April 2019 11:29 Reporter : Afif

Merdeka.com - Mahasiswa dari berbagai universitas di Aceh kembali melanjutkan aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (11/4). Massa menanti Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menemui mereka untuk menagih komitmen penolakan PT Emas Mineral Murni (PT EMM) di Beutong Ateuh Beunggalang, Kabupaten Nagan Raya.

Massa semalam bertahan di pekarangan kantor Gubernur Aceh. Meskipun kemarin pada pukul 18.00 WIB, pihak kepolisian meminta kepada massa untuk membubarkan secara tertib. Namun massa tetap bertahan, hingga akhirnya pihak kepolisian ikut bertahan di kantor Gubernur Aceh. Pihak kepolisian tampak tetap berjaga-jaga. Kapolresta Banda Aceh, Trisno Riyanto tampak masih berada di lokasi hingga pukul 23.00 WIB.

Gelombang massa terus berdatangan. Mulai dari Universitas Malikussaleh (Unimal), Lhokseumawe. Mereka datang menggunakan sepeda motor dan mobil pikap. Saat ini gelombang massa sekitar 50-an mahasiswa sudah tiba di Banda Aceh.

"Kami datang menggunakan sepeda motor dan juga menggunakan mobil pikap," kata seorang mahasiswa asal Unimal, Fadli.

Dia menuturkan, pihak kepolisian di Pidie sempat menahan mobil pikap yang ditumpangi mahasiswa. Alasan pihak kepolisian, tidak boleh ada orang yang duduk di belakang mobil pikap.

"Polisi sempat ambil STNK dan SIM sopir. Setelah kami jelaskan, akhirnya semua dikembalikan lagi dan kami bisa melanjutkan perjalanan," imbuhnya.

Sementara itu koordinator aksi, Wahidun mengancam bakal menyerukan aksi boikot pemilu jika pemerintah Aceh tidak merespon tuntutan penolakan keberadaan PT EMM dan bertemu mahasiswa.

"Kita serukan boikot, kalau tidak ada niat baik Plt Gubernur bertemu kita. Begitu juga Pemerintah Pusat kalau masih diam, kita serukan boikot pemilu," kata Wahidun.

Wahidun meminta Plt Gubernur buka suara terhadap arus penolakan tambang di Beutong Ateuh Benggalang. Tidak hanya mahasiswa yang melakukan aksi protes, tetapi masyarakat Beutong juga sudah sejak lama melakukan protes.

"Menjelang putusan PTUN, masyarakat di sana berdoa bersama, kita gelar aksi," ungkapnya. (mdk/noe)

Baca juga:
Ingin Bertemu Plt Gubernur Aceh, Massa Demonstran Coba Tembus Barisan Polisi
Protes Tambang, Mahasiswa Demo di Kantor Gubernur Aceh
China Mau Investasi Rp 14 T di Kaltim, Mahasiswa Menolak Pemda Tunggu Kajian
Demo Tolak Pabrik Semen di Kutai Timur Ricuh, Wartawan dan Polisi Dikeroyok Massa
Demo Tolak Pabrik Semen di Samarinda Ricuh, Batu hingga Busur Beterbangan
Aksi Mahasiswa Kampanye Keselamatan Lalu Lintas di Thamrin

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.