Aktivis Lingkungan Tewas Tenggelam di Sungai Langkup Saat Mencari Jejak Harimau

Aktivis Lingkungan Tewas Tenggelam di Sungai Langkup Saat Mencari Jejak Harimau
Jasad Aktivis Lingkungan di Merangin Jambi. Antara
NEWS | 20 Oktober 2021 00:05 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Nasib nahas dialami seorang anggota Flora dan Fauna Internasional, Hendar. Dia tewas tenggelam terseret arus Sungai Langkup di Kabupaten Merangin, Jambi pada Sabtu (16/10).

Korban tenggelam tersebut adalah satu anggota LSM lingkungan yang terjatuh dan tenggelam di sungai saat menjalani tugas mencari keberadaan jejak harimau yang telah memangsa warga setempat.

Komunikasi Basarnas Jambi terima informasi dari Pak Wido anggota Flora Fauna Internasional bahwa telah terjadi satu orang anggotanya tenggelam di Sungai Langkup Desa Renah Kemumuh, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin.

Kejadian tersebut terjadi pada Sabtu 16 Oktober 2021 sekitar pukul 10.00 WIB, di mana korban bersama empat orang temannya sedang melakukan pemantauan terhadap harimau di daerah tersebut.

Ditemukan Sejauh 32 KM

Jasad korban ditemukan seorang pemancing dan dilaporkan ke Basarnas yang kemudian oleh tim Jambi berkoordinasi dengan Basarnas Bengkulu untuk melakukan evakuasi pada Senin (18/10) sekitar pukul 19.00 WIB.

Korban ditemukan dan dievakuasi oleh tim Basarnas di sungai dari lokasi tempat korban terjatuh yang berjarak sejauh 32 KM dari lokasi kejadian dan saat ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Kronologi penemuannya, tim SAR gabungan mendapat informasi dari warga yang sedang memancing di Desa Sidomulyo bahwa telah ditemukan orang hanyut di Sungai Ujung Tolan yang identitas dan cirinya sesuai dengan korban atas nama Hendar (52).

"Korban ditemukan sejauh kurang lebih 32 KM dan sudah memasuki wilayah Muko Muko dalam keadaan meninggal dunia dan karena jarak tim Jambi cukup jauh sedangkan tim Bengkulu lebih dekat maka mereka yang mengevakuasinya," kata Humas Basarnas Jambi, M Lutfi melalui keterangan tertulisnya di Jambi, Selasa (19/10). Dikutip Antara.

Selanjutnya korban langsung dievakuasi oleh Basarnas Bengkulu, Pos SAR Muko Muko menuju Puskesmas Penarik Kabupaten Muko Muko, setelah korban selesai dievakuasi, Tim SAR Gabungan Kembali ke kesatuan masing-masing. (mdk/gil)

Baca juga:
Kemenag Larang Madrasah Gelar Kegiatan Ekstrakulikuler Berisiko Tinggi
Selidiki Tragedi Tewasnya 11 Siswa saat Susur Sungai, Polres Ciamis Periksa 4 Saksi
Kwarda Pramuka Jabar: 11 Siswa Meninggal di Ciamis Bukan dalam Kegiatan Pramuka
Ini Hasil Olah TKP di Lokasi Meninggalnya 11 Pelajar di Ciamis
Pesan Terakhir Santri Korban Pramuka di Ciamis: Yah Aku Pulang Ya Yah
Ridwan Kamil Santuni Korban Tewas Kegiatan Pramuka di Ciamis

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami