Alasan Bahar bin Smith Tolak Tawaran Bebas di Tengah Pandemi Covid-19

Alasan Bahar bin Smith Tolak Tawaran Bebas di Tengah Pandemi Covid-19
PERISTIWA | 6 April 2020 16:30 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Bahar bin Smith, terpidana kasus penganiayaan anak menolak tawaran bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pondok Rajeg Bogor berkaitan dengan pandemi virus corona. Alasan Ia tetap ingin tinggal di Lapas karena merasa punya kewajiban mengajar agama.

Informasi itu disampaikan oleh sang kuasa hukum, Ichwan Tuankotta. Kliennya ia sebut masuk dalam kategori menerima pembebasan yang dibuat oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) karena sudah menjalani dua per tiga masa hukumannya.

Total masa hukuman pria yang terkenal memiliki rambut panjang berwarna kuning tersebut selama tiga tahun.

"Kebetulan beliau kan kemarin sempat sakit paru-paru, sesuai dengan klasifikasi yang disampaikan Menkum HAM, beliau masuk dan bisa bebas. Cuma menolak," kata Ichwan saat dihubungi, Senin (6/4).

Sejauh ini, salah satu aktivitas kliennya selama di tahanan adalah mengajar napi lain. Hal ini pula yang menjadi alasan penolakan tawaran pembebasan dari pihak lapas.

Ia mengklaim bahwa banyak narapidana di sana menjadi murid dari Bahar bin Smith. Sehingga, ada tanggung jawab yang dirasa tidak bisa ditinggalkan.

"Semua mantan preman semua kan alhamdulilah hampir sebagian besar murid beliau. Dia ngajar ilmu agama. Hampir seluruh (warga) binaan di lapas itu sebagian besar ngaji sama habib Bahar," katanya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Kejati Jabar Setujui Pemindahan Bahar bin Smith ke Lapas Pondok Rajeg
Divonis 3 Tahun Bui, Bahar bin Smith Sempat Cium Bendera Merah Putih
Hakim Nilai Perbuatan Bahar bin Smith Rugikan Nama Baik Ulama dan Santri
Bahar bin Smith Divonis 3 Tahun Bui, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa
Massa Kawal Sidang Vonis Bahar bin Smith, Polisi Pasang Kawat Berduri

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami