Alasan Motif Pembunuhan Brigadir J Harus Diungkap ke Publik

Alasan Motif Pembunuhan Brigadir J Harus Diungkap ke Publik
Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik. ©2022 Merdeka.com
NEWS | 11 Agustus 2022 12:36 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan Damanik memandang dugaan pelecehan yang dialami istri Eks Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo, PC harus dijawab aparat yang mengusut kasus tersebut.

"Terkait pelecehan, yang kemudian menimbulkan kontroversi di masyarakat, perlu kami jelaskan sebagai berikut. Pertama dugaan ada tidaknya kekerasan seksual atau pelecehan seksual itu ini penting untuk dijawab," kata Taufan dalam keterangannya, dikutip Kamis (11/9).

Menurutnya, dugaan pelecehan itu penting untuk diungkap guna menjawab motif penembakan yang berujung tewasnya Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas Komplek Perumahan Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7).

"Dalam kaitan dengan apa yang menjadi motif, ya dari penembakan atau pembunuhan dari saudara Yosua," sebutnya.

Meski demikian, kata Taufan, polisi harus tetap bersandar pada norma sebagaimana tertuang dalam Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dalam mendalami dugaan pelecehan tersebut.

"Perlakuan terhadap dia (PC) sebagai seorang korban itu bukan berarti sudah ada kesimpulan dia benar-benar seorang korban. Perlakuan itu lebih dalam rangka menghormati dan mengupayakan langkah-langkah terbaik bagi dia," tambah dia.

Menurutnya, perlakuan itu diperuntukkan agar Putri bisa dimintai keterangan yang sejelas-jelasnya agar menjawab pertanyaan adakah atau tidak dugaan kekerasan atau pelecehan yang dialaminya.

"Dia tentu saja memiliki hak mendapatkan keadilan akan hukum, keamanan dan tak kalah pentingnya adalah pendampingan psikologi kalau dia mengatakan atau terkesan memiliki masalah yang bersifat traumatik," tuturnya.

2 dari 2 halaman

Polri hingga kini belum mengungkap motif kasus dugaan pembunuhan terhadap Brigadir J alias Nopryansyah Yosua Hutabarat. Meskipun, sudah ada empat tersangka dalam kasus tersebut.

Empat tersangka itu ialah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Bripka RR alias Ricky Rizal, Bharada E alias Richard Eliezer, serta KM alias Kuwat Maruf.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto enggan membeberkan motif penembakan Brigadir J hingga tewas. Justru, dia meminta awak media untuk tidak mencari tahu lebih dalam soal motif tersebut.

"(Untuk motif pembunuhan Brigadir J) Jangan kepo lah," kata Agus Andrianto saat dihubungi, Kamis (11/8).

Agus menjelaskan alasan belum mengungkap motif pembunuhan Brigadir J. Menurutnya, untuk menjaga perasaan banyak pihak.

"Untuk menjaga perasaan semua pihak, biarlah jadi konsumsi penyidik dan nanti mudah-mudahan terbuka saat persidangan," jelasnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Tersangka Pembunuhan Brigadir J, Ferdy Sambo Batal Diperiksa Komnas HAM Hari Ini
Sebulan Setelah Kematian Brigadir J, Kondisi Sang Ibu Drop Sampai Dilarikan ke RS
Kondisi Komnas HAM Jelang Pemeriksaan Irjen Ferdy Sambo, Dijaga Belasan Polisi
CEK FAKTA: Hoaks Rekaman Suara Brigadir J Disiksa, Ini Fakta Sebenarnya
Irjen Ferdy Sambo Diperiksa Perdana Sebagai Tersangka Kasus Brigadir J Hari Ini

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini