Alasan Pemkab Bogor Tak Bisa Bubarkan Kerumunan Tiga Ribu Orang di Megamendung

Alasan Pemkab Bogor Tak Bisa Bubarkan Kerumunan Tiga Ribu Orang di Megamendung
PERISTIWA | 20 November 2020 22:15 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Bogor tidak pernah memberikan izin acara yang mengundang keramaian di Megamendung, Kabupaten Bogor. Meski begitu, ada pertimbangan yang membuat mereka tidak bisa membubarkan massa yang sudah berkumpul.

Seperti diketahui, pada Jumat (13/11) lalu, ribuan orang menyambut Rizieq Syihab di kawasan Simpang Gadog, Megamendung, Kabupaten Bogor. Kedatangannya saat itu untuk menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya Syariah.

"Kami dari gugus tugas tidak pernah mengeluarkan perizinan dan dari panitia tidak pernah mengajukan perizinan ke gugus tugas maupun ke kapolres," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin di Mapolda Jabar, Jumat (20/11).

Meski demikian, saat kumpulan massa datang di sekitar lokasi acara, pihaknya tidak bisa begitu saja melakukan pembubaran karena ada banyak pertimbangan. Salah satunya mengenai keamanan.

"Saya enggak di lapangan, tapi saya dapat laporan saat itu massanya lebih dari 3.000 orang. mungkin itu pertimbangan keamanan, dan jangan sampai terjadi benturan. Karena info dari lapangan, (mayoritas) massa itu pendatang, kalau massa setempat itu hanya dadah dadah langsung masuk lagi (ke rumah)," terangnya.

"Tidak dibubarkan mungkin ada pertimbangan dari keamanan, kalkulasinya itu pertimbangan keamanan. Sehari sebelumnya sudah dilakukan upaya (persuasif) dari Kapolres, Satpol PP (agar acara tidak menimbulkan kerumunan)," ia melanjutkan.

Baca Selanjutnya: Segera Tracing...

Halaman

(mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami