Alasan Polisi Larang Demo Saat Pelantikan Jokowi - Ma'ruf Amin

PERISTIWA | 16 Oktober 2019 18:11 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kepolisian tidak akan mengizinkan aksi demonstrasi digelar bertepatan dengan pelantikan dan pengambilan sumpah presiden dan wakil presiden terpilih pada Minggu (20/10).

Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal menuturkan, polisi mengeluarkan diskresi larangan kegiatan menyampaikan aspirasi atau unjuk rasa saat pelantikan presiden dan wapres terpilih lantaran ada kepentingan yang lebih utama.

"Polri punya tugas memelihara keamanan di masyarakat. Kami mengayomi dan melindungi masyarakat mana pun. Polri mengamankan, hak diskresi kepolisiannya demo, kepentingan yang lebih besar," tutur Iqbal di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (16/10).

Kepentingan yang lebih besar itu, lanjut Iqbal, didukung sejumlah alasan kuat. Pertama, kekhawatiran ruang demonstrasi yang dibuka malah menjadi wadah para pelaku kerusuhan.

"Pada tanggal 30 September. Apakah itu aspirasi menyampaikan pendapat di muka umum? Perusakan, pelemparan, pembakaran. Saya tidak menunjuk siapa, tapi itu jelas bukan mahasiswa tapi perusuh yang mendompleng. Nah itu kami mengantisipasi ini," jelas dia.

Iqbal menyebut, Polda Metro Jaya kemudian berkaca dari pengalaman sebelumnya dan akhirnya mengeluarkan diskresi untuk melarang setiap kegiatan demonstrasi hingga pelantikan presiden terpilih selesai.

"Kalau ada kelompok masyarakat menyampaikan pendapat, artinya mereka pelaksanaan anarkis tidak menaati pasal 6, akan kami bubarkan. Itu bukan brutal, tapi pidana. Coba kita lihat aksi belakangan ini," kata Iqbal.

Iqbal berharap dukungan masyarakat untuk menciptakan keamanan dan ketertiban selama pelantikan presiden dan wapres terpilih. Dia menuturkan, penyampaian pendapat di muka umum memang dilindungi undang-undang, hanya saja ada batasannya.

Misalnya, aksi tidak berdampak pada kemacetan, menghormati aturan moral yang diakui khalayak umum, menaati aturan undang-undang, menjaga keamanan dan ketetapan umum, hingga yanh paling krusial adalah menjaga keutuhan dan keamanan bangsa.

"Ini wajah bangsa, harkat, dan martabat bangsa. Pada hari pelantikan presiden, pemimpin negara, kepala negara, hadir dari penjuru dunia. Kami mengimbau seluruh masyarakat yang ingin menjaga bangsa ini, kita bangsa yang besar. Tunjukan kita jadi tauladan bagi bangsa lain. Kita dewasa berpolitik. Yang ingin menyampaikan aspirasi, hati-hati dengan penunggang gelap," ucap Iqbal.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Polisi Tetap Melarang Demo saat Pelantikan Presiden Meski Jokowi Beri Izin
Pelarangan Demo Jelang Pelantikan Presiden Dinilai buat Waspadai Perusuh
Polda Sulsel Larang Aksi Demo Hingga Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin
Bamsoet Minta Mahasiswa Tidak Demo Saat Pelantikan Presiden
Pagar Berduri Masih Tutup Akses Jalan Menuju Istana
Jalan Sekitar DPR Ditutup, Ini Pengalihan Rute Transjakarta

(mdk/noe)