Alasan Tak Tahu Aturan di Indonesia, WN Brazil dan AS Nekat Bawa Ganja ke Bali

Alasan Tak Tahu Aturan di Indonesia, WN Brazil dan AS Nekat Bawa Ganja ke Bali
Kedua pelaku di Mapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (12/8). ©2022 Merdeka.com/HO-Humas Polres Bandara Ngurah Rai
NEWS | 12 Agustus 2022 14:08 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Dua warga negara asing (WNA) diamankan petugas Bea Cukai lalu diserahkan ke Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali. Kedua wisatawan ini kedapatan membawa ganja cair dan paket ganja ke Indonesia.

Wisatawan asing yang ditangkap yakni Jacob Josef Biedak (37), seorang guru dari Amerika Serikat, dan Alberto Sampaio Gressler (25), mahasiswa asal Brazil.

Jacob ditangkap karena membawa cairan atau liquid mengandung narkotika jenis ganja untuk vape. "Berdasarkan keterangan tersangka, barang bukti narkotika adalah miliknya dan untuk dipergunakan sendiri selama tinggal di Bali. Tersangka, tidak mengetahui kalau di Indonesia membawa dan mengonsumsi ganja itu dilarang oleh hukum," kata Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai AKBP Ida Ayu Wikarniti, Jumat (12/8).

Tersangka ditangkap saat tiba di Terminal Bandara I Gusti Ngurah Rai. Ketika itu dia baru turun dari pesawat Batik Air OD 177 rute Kuala Lumpur-Bali, Rabu (20/7). Saat petugas Bea Cukai melakukan pemeriksaan dengan menggunakan mesin x-ray, ditemukan enam cartridge merek Stiizy dalam tas punggung warna hitam Isinya cairan kekuningan mengandung narkotika golongan I, dengan berat 3,18 gram bruto atau 35.0 gram netto. Jacob kemudian diserahkan petugas Bea Cukai ke Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

"Saat ini, tersangka masih dalam penyidikan dan ditahan di rumah tahanan Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Modusnya membawa barang narkotika yang disimpan di dalam tas bawaan," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Mahasiswa Brazil

Sementara Alberto ditangkap karena kedapatan membawa ganja dalam tas yang dibawanya. "Hasil pemeriksaan, berdasarkan keterangan tersangka mendapatkan barang narkotika tersebut, dibelinya di Negara Thailand, karena tersangka sempat tinggal di Thailand selama dua minggu sebelum tersangka pergi ke Bali," kata Ida Ayu Wikarniti.

"Dan tersangka mengatakan, sudah sejak sekitar 10 tahun mengonsumsi ganja dan tersangka tidak mengetahui kalau di Indonesia (Bali) membawa dan mengonsumsi ganja tersebut dilarang oleh hukum di Indonesia," imbuhnya.

Alberto diamankan petugas Bea Cukai Ngurah Rai, pada Selasa (28/6) pukul 20.00 Wita. Saat itu dia baru tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai menumpang pesawat AirAsia nomor penerbangan AK378 dari Kuala Lumpur.

Ketika petugas melakukan pemeriksaan barang, di tasnya ditemukan empat buah kemasan plastik klip berwarna putih bertuliskan "Supermao" yang berisi narkotika golongan I jenis ganja dengan berat 9,1 gram brutto atau 2,8 gram netto.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 113 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman penjara minimal Rp5 tahun. (mdk/yan)

Baca juga:
Begini Cara Jaringan Internasional Jerman-Malaysia Selundupkan Narkoba ke Indonesia
Bareskrim Mengungkap Jaringan Narkoba Internasional
Miliki Ganja, Pelatih Yoga asal India Ditangkap di Bali
Ingin Enjoy, WN Malaysia Bawa Sabu Dikemas Kapsul Obat saat Liburan di Bali
Ditangkap di Bali, 3 WNA Ini Ternyata Jaringan Kokain Internasional
54 Tersangka Narkoba Ditangkap di Bali, 5 Warga Negara Asing

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini