Alat Uji Penyakit TBC Bakal Digunakan untuk Tes Covid-19

Alat Uji Penyakit TBC Bakal Digunakan untuk Tes Covid-19
PERISTIWA | 3 April 2020 20:58 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Pemerintah terus berupaya memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19). Salah satunya dengan menemukan kasus positif yang masih berada di tengah-tengah masyarakat.

"Upaya kita menemukan kasus-kasus baru, sehingga kita berharap bisa memutuskan ini dan bisa melakukan pencegahan dengan cara yang maksimal," kata juru bicara pemerintah terkait penanganan Covid-19 Achmad Yurianto di gedung BNPB, Jumat (3/4).

Pemerintah pun bakal memperbanyak fasilitas penguji untuk pemeriksaan Covid-19. "Sekarang 48 laboratorium yang beroperasi tentunya dengan kapasitas masing-masing dan kita akan tambah," ucap dia.

Saat ini, pemerintah juga mencoba mengaktifkan beberapa alat diagnostik yang semula dipakai untuk pemeriksaan TBC. "Ternyata secara teknologi bisa dikonversi untuk digunakan melaksanakan pemeriksaan Covid-19," ucap dia.

Menurut dia, alat ini cukup banyak jumlahnya dan tersebar di seluruh wilayah di Indonesia. Namun demikian, alat itu perlu disempurnakan agar hasilnya akurat.

"Masih diperlukan beberapa konversi dari mesin dan kemudian beberapa setting (pengaturan). kita akan bekerja kerja keras untuk mengejar ini semuanya," ucap dia.

1 dari 1 halaman

Pemerintah Klaim Temukan Bahan Pembuat APD

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19), Wiku Adisasmito mengaku, ada kabar baik prihal Alat Pelindung Diri (APD). Katanya, pihaknya mengklaim telah mendapatkan bahan baku alternatif untuk produksi APD secara mandiri.

Di mana seperti diketahui, APD merupakan harga yang sangat mahal disaat seperti ini. Bahkan, Indonesia harus dilakukan secara impor, utamanya untuk jenis APD Surgical Gown.

"Kami menemukan bahan baku pengganti yang sesuai standar WHO cukup melimpah. Bahan baku tersebut diproduksi oleh industri tekstil dalam negeri," kata Wiku di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Jumat (3/4).

Katanya, bahan baku pengganti tersebut adalah Polyester. Jika APD dengan bahan Polyester ini berhasil diproduksi industri dalam negeri, dapat dipastikan kebutuhan APD untuk tenaga medis penanganan Virus asal Wuhan, China, ini dapat terpenuhi bagi tim medis.

"Sebab Polyester ini bisa digunakan berulang kali dengan dicuci secara benar. Kedua, bahan baku tersebut bisa digunakan untuk pembuatan tipe Gown medis, pertama jenis Gown terusan, kedua jenis Jumpsuit Cover All," ujar Wiku.

"APD Gown selama ini hanya digunakan sekali pakai, yang selama ini bergantung dari import dan jumlahnya terbatas untuk kebutuhan Indonesia," pungkasnya.

Seperti diketahui, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 pada Jumat (3/4) bertambah 196 orang. Sehingga total akumulatif pasien positif Corona Covid-19 sebanyak 1.986 orang. Untuk pasien meninggal dunia usai dinyatakan positif terinfeksi virus Corona bertambah 11 orang. Sedangkan jumlah pasien yang sembuh meningkat 22 orang, sehingga totalnya menjadi 134 orang.

"Meninggal bertambah 11 orang, sehingga total 181 orang," ujar Yurianto.

Reporter: Ady Anugrahadi (mdk/gil)

Baca juga:
Turis Sepi Karena Covid-19, 60 Persen Karyawan Hotel di DIY Dirumahkan
Unair Kembangkan 5 Senyawa untuk Lawan Corona
Aksi Polisi Berhelm Corona Disinfektan Para Pengendara di Mojokerto
Berhentilah Merokok, Peluang Anda Mengalahkan Covid-19 Semakin Besar
Cegah Corona, Kepala Daerah Bisa Minta Kereta Api Tak Singgah di Daerahnya
Jumlah Tenaga Medis di DKI Positif Covid-19 Bertambah Jadi 95 Orang

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami