Ali Mochtar Ngabalin minta Amien Rais tak fitnah Jokowi

PERISTIWA | 31 Mei 2018 14:04 Reporter : Yoga Tri Priyanto

Merdeka.com - Baru-baru ini, Ali Mochtar Ngabalin buka suara terkait ucapan Amien Rais yang kontroversial dengan menyebut bahwa Joko Widodo akan dilengserkan Allah sebagai Presiden RI.

Ali Mochtar Ngabalin meminta senior PAN tersebut menjaga ucapannya tentang Presiden Jokowi. Menurut Ngabalin, seharusnya ucapan tersebut tidak perlu diutarakan karena dapat mengarah pada fitnah dan pernyataan yang terkesan mengadu domba rakyat, meski berbeda pilihan politik.

"Jangan, jaga lisanmu sebagai tokoh," Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) tersebut di gedung Bina Graha, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Ngabalin berpendapat, Amien Rais sepatutnya juga tidak menghakimi seseorang layaknya Tuhan. Apalagi, ujar dia, Amien mengatakan Jokowi akan dilengserkan Allah pada 2019.

"Allah itu putusannya adalah gaib. Tidak ada orang Indonesia menentukan kegaibannya. Man jadda wa jadda, siapa berusaha dia dapat. Nanti Allah yang mengubah nasib suatu kaum kalau kaum mau berubah. Jangan Anda bertindak seperti Allah kemudian menurunkan takdir berbuat semaumu," ucap politikus Partai Golkar ini.

Meski demikian, Ngabalin tidak melarang perbedaan pilihan politik. Hanya saja, dia mengingatkan perbedaan pilihan politik harus disampaikan dengan cara-cara yang santun.

"Boleh berpolitik, boleh beda pilihan, tapi ada tata krama orang menggunakan akhlak, etika, dan moral berpolitik," tandas dia.

Penyataan Amien Rais tersebut diungkapkan ketika berpidato di acara Rapat Koordinasi Nasional Persaudaraan Alumni 212 di Aula Sarbini, Taman Bunga Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, pada Selasa, 29 Mei 2018. Dia menyebutkan banyak kekeliruan langkah yang sudah dilakukan Jokowi hingga menciptakan blunder.

Kendati begitu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem Johnny G Plate meminta agar publik tidak mengasumsikan Jokowi dan Amien Rais bermusuhan.

Sumber: Liputan6.com

(mdk/ega)