Alokasi Anggaran Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand Capai Rp34 Miliar

Alokasi Anggaran Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand Capai Rp34 Miliar
dokter Andani Eka Putra. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com
NEWS | 5 Agustus 2021 00:10 Reporter : Ikhwan

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) menanggapi terkait permintaan donasi operasional Laboratorium Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Andalas (Unand), lantaran tidak ada alokasi anggaran.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Arry Yuswandi membantah pihak Unand. Menurutnya, Pemprov tetap mengalokasikan anggaran untuk laboratorium tersebut. Dia mengatakan, sejatinya anggaran penanggulangan Covid-19 itu berada pada anggaran Belanja Tidak Terduga atau BTT.

"Sebenarnya, alokasi anggaran itu (penanggulangan Covid-19) termasuk dalam Belanja Tidak Terduga. Saat ini kan lagi proses anggaran, ada mekanisme harus direview dari Inspektorat, anggarannya tengah kita review, setelah keluar hasilnya baru diperbaiki," kata Arry di Padang, Rabu (4/8).

Dia menjelaskan, untuk alokasi anggaran laboratorium FK Unand itu diajukan sekitar Rp34 miliar. Alokasi anggaran itu telah diajukan pada 5 Juli 2021 lalu.

Dengan alasan jumlah sebesar itu, tidak tercukupi pada APBD awal dari Pemprov Sumbar. "Jadi alokasi itu baru diajukan pula oleh Laboratorium Unand, jumlahnya pasti pihak lab menghitung dulu kebutuhannya. Sekarang sudah kita terima dan sedang diproses," jelas Arry.

Dia menyebutkan dari jumlah yang diajukan pihak Laboratorium FK Unand itu tidak sepenuhnya akan dipenuhi, alias hanya sebagian terlebih dahulu, dengan mempertimbangkan yang ada APBD perubahan.

"Pemprov Sumbar membutuhkan anggaran cukup banyak untuk menangani covid-19. Cukup banyak lah, berapa angkanya saya tidak tahu persis. Anggaran untuk Labor Unand itu ada," kata Arry.

Selain itu pada tahun 2021, Pemprov Sumbar sudah menggunakan anggaran BTT untuk penanggulangan Covid-19.

"APBD awal, Pemprov Sumbar mengalokasikan BTT sebesar Rp50 miliar, jumlah itu tidak cukup untuk penanggulangan Covid-19," sebut Arry.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran (FK) Unand dr Andani Eka Putra membenarkan adanya penggalangan donasi tersebut. Mereka melakukannya sudah berjalan selama tiga hari.

"Biaya (donasi) itu untuk barang-barang (habis pakai), seperti barang plastik, seperti cup, tabung, filter tip. Kita sudah menjalankan ini selama tiga hari belakangan," kata Andani di Padang, Selasa (3/8) kemarin.

Dia menjelaskan, Pemprov Sumbar tak lagi mengalokasikan anggaran laboratorium itu sejak Januari 2021.

"Tentunya dengan hal ini kami butuh donasi, sejak Januari 2021 tidak lagi dianggarkan, padahal pada tahun sebelumnya ada," jelas Andani.

Pihaknya mengaku bingung kebijakan pemangku kepentingan, lantaran laboratorium ini sebelumnya sudah ada, malah tidak dianggarkan. "Berpikirnya logikanya, laboratorium ini sudah ada dari tahun kemarin, kenapa (malah) tak dianggarkan," sebut Andani. (mdk/cob)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami