Anak 7 Tahun Meninggal akibat Covid-19, IDAI Jateng Minta PTM Dihentikan

Anak 7 Tahun Meninggal akibat Covid-19, IDAI Jateng Minta PTM Dihentikan
Ilustrasi Covid-19. ©2020 Merdeka.com/shutterstock
NEWS | 10 Agustus 2022 18:20 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Tengah meminta kepada pemerintah daerah untuk menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) setelah meninggalnya anak usia 7 tahun akibat Covid-19 di Kota Magelang. Langkah itu dinilai perlu dilakukan untuk mengantisipasi penularan Covid-19 pada anak.

"Betul, kami dapat laporan ada satu anak meninggal usai terkonfirmasi Covid-19," kata Sekretaris IDAI Jateng Choirul Anam, Rabu (10/8).

Dia menyebut sebagai bentuk antisipasi penularan Covid-19 pada anak, percepatan vaksinasi dosis satu dan dua juga perlu dilakukan.

"Vaksin juga belum semua anak mendapatkan," ungkapnya.

2 dari 2 halaman

20 Anak Positif Covid-19

Terkait penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah dan keluarga juga perlu diperketat kembali. Sebab, penularan Covid-19 pada anak kembali masif sejak Juli lalu. IDAI mencatat sebanyak 20 anak di Jawa Tengah terkonfirmasi Covid-19.

"Awal tahun sempat nihil, tapi pada pertengahan tahun ini ada kenaikan. Prokes ketat juga perlu diterapkan," jelasnya.

Sebelumnya, anak usia 7 tahun di Kota Magelang meninggal dunia setelah terkonfirmasi Covid-19. Dia sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Tidar Kota Magelang. Selain itu, bocah itu dilaporkan memiliki penyakit komorbit. (mdk/yan)

Baca juga:
Data Covid Indonesia Hari Ini, Kasus Positif Bertambah 5.926, Sembuh 4.906
Muncul Subvarian Covid-19 BA.4.6, Kenali Karakteristiknya
Kasus Covid-19 di Jakarta, 19 Ribu Orang Dalam Perawatan
Obat Covid-19 Buatan China Mulai Dijual, Harganya Cukup Terjangkau
Jokowi: Banyak Pelajaran dari Pandemi, Lihat Sistem Kesehatan yang Harus Diperbaiki
Ada 28 Zona Merah Covid-19 di Jakarta, Ini Pesan Wagub DKI kepada Warga

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini