Anak Amien Rais Marah Ditegur Pramugari karena Asyik Menelepon saat Pesawat Isi Avtur

Anak Amien Rais Marah Ditegur Pramugari karena Asyik Menelepon saat Pesawat Isi Avtur
PERISTIWA » MAKASSAR | 14 Agustus 2020 13:30 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Pihak kepolisian membenarkan adanya cekcok adu mulut yang terjadi antara putra bungsu politikus senior Amien Rais, Ahmad Mumtaz dengan Wakil KPK Nawawi Pamolango di dalam pesawat. Namun, terlebih dulu cekcok dengan pramugari.

"Berdasarkan pengaduan awal, diadukan di Pospol, bahwa dia cekcok pegawai pemerintah di KPK itu cekcok dengan seseorang. Tapi awal mulanya cekcok antara anaknya siapa itu, MR ditegur oleh pramugari selama tiga kali," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jumat (14/8).

Saat dengan pramugari, kata Yusri, barulah ditegur oleh Nawawi. Namun, bukannya meredah justru semakin memanas.

"Oh ternyata malah dilawan, ribut. Itulah kemudian turun dari itu dia mengadu ke Pospol, tapi belum bikin laporan. Baru mengadu. Belum ada laporan (polisi)," katanya.

"Tapi sekarang kita jemput bola, kita ke Wakil Ketua KPK, ada laporannya baru bisa saya bicara," pungkasnya.

Sebelumnya, perdebatan terjadi antara putra bungsu politikus senior Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais dengan Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango. Insiden itu terjadi saat keduanya menaiki maskapai Garuda dengan nomor penerbangan GA 643 Rute Gorontalo - Makassar - Jakarta pada Rabu (13/8) kemarin.

Peristiwa ini bermula ketika Mumtaz sedang asyik menelepon saat pesawat dalam kondisi mengisi bahan bakar di udara atau refueling sewaktu transit di Makassar. Anggota DPR ini lantas ditegur petugas kabin dua kali namun tak dindahkan. Mumtaz malah marah dan membentak petugas saat diperingatkan untuk ketiga kalinya.

Nawawi yang duduk di sebelah lantas mengingatkan Mumtaz agar mematuhi peraturan dan tak memarahi petugas. Namun peringatan itu dibalas Mumtaz dengan berbalik memarahi Nawawi dan menantangnya.

Rekan Mumtaz yang berada di lokasi bernama Khaerul Salehu Pangeran kemudian meminta maaf kepada Pamolonga. Insiden itu dianggap selesai dan disaksikan petugas kabin.

"Sesampainya di T3 CGK Pamolango Nawawi mendatangi dan melaporkan secara lisan kepada Kapospol Terminal 3," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, dalam keterangannya, Kamis (13/8). (mdk/ded)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami