Anak Belajar dari Rumah: Menguji Kesabaran dan Bikin Keteteran Para Ibu

Anak Belajar dari Rumah: Menguji Kesabaran dan Bikin Keteteran Para Ibu
PERISTIWA | 6 April 2020 14:43 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Dalam upaya menekan penyebaran virus corona di Indonesia, sejumlah pemerintah daerah menerapkan pola daring untuk para siswa di sekolah. Para peserta didik diminta belajar dari rumah, didampingi orangtua. Sudah sekitar tiga minggu sejak Senin (16/3), kegiatan belajar mengajar dipindahkan sementara di rumah sampai pandemi Corona bisa dikendalikan.

Mengikuti pola belajar dari rumah, Octa (30), salah satu orangtua murid mengaku bisa merasakan kesabaran para guru Paud dalam mendidik anak-anak. Anaknya masih berusia empat tahun.

"Kita para orangtua merasakan apa yang para guru-guru rasakan, enggak mudah ternyata ajarin anak-anak ini. Dengan segala problem masing-masing dan penuh tantangan, terutama soal kesabaran sangat diuji dan harus tetap bersabar ngajari anak kecil," ujar Octa saat diwawancarai, di Jakarta, Senin (6/4).

Tantangan selanjutnya, menurut Octa adalah kondisi anak yang belajar dengan orangtuanya langsung, terkadang malah membuat anak tidak serius belajar.

"Karena Aluna masih kecil ya, jadi moodnya kadang agak susah untuk bujuknya. Apalagi yang dampingi orangtuanya langsung. Mungkin karena si anak merasa belajar sama ortunya, jadi merasa lebih santai," tuturnya.

1 dari 3 halaman

Pendapat lain juga diutarakan, Rina (33) yang turut mendampingi anaknya kelas enam SD. Terkadang suka kerepotan bila tugas yang diberikan harus berkolaborasi antara siswa dan orangtua.

"Anak saya kan kelas enam SD, kadang tugas orangtua itu bukan cuma ngedampingi anak, tetapi diberi tugas seperti memasak bersama orangtua, bernyanyi bareng sampai bersihin rumah bersama. Itu kadang malah buat keteteran pekerjaan rumah yang lain," ungkap Rina.

Kendati demikian, Rina mengungkapkan, nilai positif dari mendampingi anak belajar di rumah. Para orangtua bisa lebih mengontrol dan tahu perkembangan kualitas kepintaran anak-anak mereka.

"Jadi kita bisa tahu sudah sejauh mana pinternya anak kita, bisa jadi koreksi orangtua. Dan kita juga enggak khawatir sama kondisi anak, kaya jajan sembarangan apalagi di tengah virus corona kita tidak lebih tenang lah," tutur Rina.

2 dari 3 halaman

Namun tantangan lain datang dari Bunda Ida (40) yang mengalami kesulitan mendampingi pelajaran anaknya yang telah kelas dua SMP. Ia lebih memilih memasang wifi, agar anaknya bisa belajar melalui media-media penyedia jasa belajar online.

"Saya kesulitan ngajarin anak saya, soalnya enggak paham juga. Jadi saya pilih masang wifi buat anak belajar pakai youtube atau link yang dikasih gurunya. Sekalian biar betah juga di rumah. Jadi kita orangtua cukup pastikan dia belajar aja," tuturnya.

Menurut Ida, walaupun harus menyisihkan uang belanja untuk fasilitas internet itu tidak masalah demi kemudahan anaknya dalam belajar

Sementara itu, Tabitha menambahkan, keuntungan anaknya, yang kelas 1 SD belajar di rumah, putranya menjadi lebih terpantau.

"Keuntungannya jadi terpantau, quality time di tengah pandemi Corona ini kan," jelas Tabitha.

Kesulitannya, tak jauh berbeda dengan ibu lainnya. Mood anak menjadi kendala jika belajar di rumah.

Mengatur fokus dan mood anak agak susah, kadang mau dan enggak kalau belajar sama orangtuanya, beda kalau belajar sama gurunya, tutur ibu rumah tangga ini.

Belajar di rumah juga membuat orangtua merasa lebih lelah. Karena menambah kerjaan di rumah.

"Belum masak, belum ngurus adiknya," curhatnya.

3 dari 3 halaman

Belajar di Rumah Sampai 19 April

rumah sampai 19 april

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memperpanjang status masa tanggap darurat terkait virus corona (Covid-19) di Jakarta hingga 19 April 2020. Masa berlaku sejumlah aturan juga diperpanjang.

"Nah kita perlu menyampaikan kepada masyarakat di Jakarta bahwa pembatasan terus berjalan, karena itu status tanggap darurat di Jakarta, akan kita perpanjang, yang semula tanggal 5 April maka diperpanjang sampai dengan 19 April," kata Anies, dalam siaran langsung yang ditayangkan melalui akun YouTube Pemprov DKI, pada Sabtu (28/3)

Perpanjangan status itu berlaku bagi para pekerja dan siswa untuk terus mengerjakan pekerjaan maupun proses pembelajaran dari rumah.

"Itu artinya kegiatan bekerja dari rumah untuk jajaran pemerintahan, polda, dan kodam yang terkait sipil itu akan terus bekerja di rumah," ujar Anies. (mdk/rnd)

Baca juga:
3 Fakta Peniadaan Ujian Nasional yang Dilakukan Lebih Cepat, Gara-gara Corona
Kisah Inspiratif Tatang, Pria Tunanetra Pendiri SLB di Bandung
Nadiem Terima Keluhan Guru dan Dosen Hanya Beri Tugas Selama Belajar di Rumah
Penjelasan Mendikbud Nadiem soal UN 2020 Ditiadakan
Jokowi Ingatkan Mendikbud Keputusan Terkait UN 2020 Jangan Sampai Rugikan Siswa
Pimpin Ratas Bahas UN, Jokowi Tekankan Jangan Sampai Rugikan Siswa
Zenius Mulai Layanan Live Teaching

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami