Anak Dankor Brimob jadi tersangka tewasnya Brigdatar Adam

Anak Dankor Brimob jadi tersangka tewasnya Brigdatar Adam
Jenazah Brigdatar Adam tiba di rumah duka. ©2017 Merdeka.com
PERISTIWA | 6 Juni 2017 16:51 Reporter : Juven Martua Sitompul

Merdeka.com - Komandan Korps Brimob Polri Irjen Murad Ismail mengakui anaknya menjadi salah satu dari 14 tersangka kasus penganiayaan terhadap taruna Akpol Semarang Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Mohamad Adam, hingga tewas. Ke-14 orang tersangka yang merupakan senior korban ini ditahan di Polda Jawa Tengah (Jateng).

"Anak saya yang kedua yang menjadi tersangka," kata Murad saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (6/6).

Murad mengatakan, saat kejadian anaknya berada di lokasi. Namun, menurut dia, anaknya tidak ikut melakukan pemukulan.

"Anak saya ada di sana. Malah jadi tersangka. Dia enggak mukul tapi dia di sana," ujar dia.

Kendati begitu, jenderal bintang dua ini menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada institusi Polri. Menurutnya, bagaimana pun hukum harus ditegakkan sekalipun anaknya yang dianggap terlibat dalam kasus tersebut.

"Saya berusaha membela, tapi ya hukum harus ditegakkan. Kita biarkan saja, mungkin nasibnya bukan jadi polisi. Kamu aja enggak jadi polisi bisa hidup," pungkas Murad.

Sebelumnya, Brigdatar Mohamad Adam diketahui tewas pada Kamis (18/5) di Komplek Akpol Semarang. Diduga kuat, Taruna tingkat II ini tewas lantaran dianiaya seniornya. Dari hasil autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, disebutkan bila Adamltewas akibat luka lebam di bagian paru-paru.

Bukan hanya itu, dari hasil pemeriksaan saksi menyebut sebelum tewas korban bersama rekan-rekannya sempat berada di kamar taruna tingkat III. Mereka diminta untuk melaporkan kesalahan yang dilakukan Taruna Tingkat I yang tergabung dalam Korps Himpunan Indonesia Timur (HIT).

Dari situ, mereka diminta seniornya melakukan posisi mersing atau badan terbalik dengan kepala di bawah dan kaki di atas. Dalam posisi itu, korban kemudian dipukuli beberapa kali di bagian ulu hati.

Mendapat pukulan itu, korban tiba-tiba kejang-kejang dan tak sadarkan diri. Korban lantas dibawa ke rumah sakit Akpol namun, belum dilakukan perawatan intensif korban sudah dinyatakan tewas.

Akibat insiden itu, 14 taruna Akpol resmi ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka itu dilakukan setelah pihak kepolisian menggelar olah TKP dan pemeriksaan terhadap 35 saksi yang terdiri dari 14 taruna tingkat III fan 21 taruna tingkat II. (mdk/gil)

Kapolri sebut mutasi Irjen Rycko untuk perbaiki internal Akpol

Mutasi di tubuh Polri, Gubernur Akpol Irjen Anas Yusuf digeser

Rekonstruksi kematian Brigdatar Adam, 14 tersangka jalani 46 adegan

Polisi tahan 14 taruna penganiaya Brigadtar Adam hingga tewas

Kapolri soal kekerasan di Akpol: Budaya ini tidak boleh berlanjut

Taruna tewas dianiaya, Wakapolri copot pengasuh dan pengawas Akpol

Buntut tewasnya Brigdatar Adam, Polri copot Kakorbintaris Akpol

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami