Anak Dicabuli Kapolsek di Kutai Barat, Orang Tua Mengaku Ditawari Uang Damai

PERISTIWA | 12 November 2019 22:09 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Anak bawah umur di Kutai Barat, Kalimantan Timur, diduga jadi korban pencabulan perwira polisi di Kutai Barat berpangkat Inspektur Satu (Iptu). Orang tua mengaku sempat diajak damai dengan iming-iming uang puluhan juta.

Ajakan itu bertujuan agar orang tua korban tidak melaporkan Iptu Sy, ke bagian tindak pidana umum Polres Kutai Barat. Namun, orang tua korban bergeming.

"Memang, mereka hari itu pertama ada bawa uang Rp10 juta, kedua Rp50 juta minta agar tidak ke pidana umum," kata orang tua korban saat dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (12/11) malam.

Orang tua korban menolak diajak damai dan meneruskan dugaan pencabulan itu ke Satreskrim Polres Kutai Barat. "Iya Pak (tetap meneruskan ke pidana umum). Tapi saya tidak dikasih bukti laporan ke pidana umum," ujar ibu korban.

1 dari 2 halaman

Didatangi Oknum Polisi

Bahkan, Senin (11/11) kemarin, ada 3 petugas kepolisian mendatangi orang tua korban. "Seolah-olah menyalahkan saya, kenapa koar-koar begitu? Kok bawa-bawa nama Kapolsek? Sekarang Kapolsek sudah ganti. Itu bisa dituntut balik," sebutnya.

"Padahal, waktu kejadian, kan yang bersangkutan masih menjabat sebagai Pak Kapolsek," tambah dia.

Ibu korban menyatakan sempat menanyakan kasus pencabulan anaknya ke Polres Kutai Barat. "Saya tanya gimana? Masih di Polda. Saya tanya kapan sidang? Berkas belum ada dibalas pengadilan," ungkap dia.

"Saya juga sudah tanyakan ke anak saya, berapa kali diperlakukan begitu (oleh pelaku Sy). Jawab anak saya, kemarin, kemarin, kemarin. Begitu saja, namanya anak-anak masih polos," tuturnya.

Diketahui, Iptu Sy dilaporkan orangtua korban, ke Polres Kutai Barat, 22 Agustus 2019 lalu. Dua hari sebelumnya, orang tua korban memergoki putrinya di ruang tamu rumah Iptu Sy, diduga dicabuli pelaku, usai korban salat Zuhur.

Saat ditanya sang ibu, korban mengaku sebelumnya pernah mengalami kejadian serupa. Namun demikian, hingga saat ini, Iptu Sy tak kunjung menjalani persidangan.

2 dari 2 halaman

Kasus Sudah P21

Wakapolres Kutai Barat Kompol Sukarman, membenarkan kejadian itu. Menurut dia, kasus itu sudah P21. Namun demikian, Sukarman enggan menjawab panjang lebar. Saat ditanya, apakah benar Iptu Sy menjalani penahanan di Polda Kaltim, Sukarman bertanya balik.

"Anda dapat berita darimana? Saya juga perlu tahu. Kalau sudah P21 itu, berarti apa yang anda dengar, anda tahu, silakan diterjemahkan sendiri," kata Sukarman dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (12/11) sore. (mdk/ray)

Baca juga:
Perwira Polisi di Kutai Barat Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur
Baru Kenalan di Facebook, Pria di Malang Paksa Cewek ABG Hubungan Badan di Villa
Hilang 2 Hari, Siswi SMP di Ponorogo Ditemukan Menginap Bareng Kenalan di Hotel
Polisi Menduga Korban Pencabulan Guru SD di OKI Masih Banyak
Guru di OKI Cabuli 9 Siswi SD, Modus Beri Tugas dan Ancam Tak Naik Kelas
Bocah 6 Tahun Dicabuli Pemuda di Bawah Pohon Sawit