Anak Gugat Ayah Rp3 Miliar di Bandung, Majelis Hakim Putuskan Tahap Mediasi

Anak Gugat Ayah Rp3 Miliar di Bandung, Majelis Hakim Putuskan Tahap Mediasi
Sidang anak gugat ayah di PN Bandung. ©ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi
NEWS | 26 Januari 2021 14:11 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jawa Barat, memutuskan kasus anak yang menggugat ayahnya senilai Rp3 miliar untuk menempuh tahap mediasi sebelum dilakukan sidang membahas pokok perkara.

Ketua Majelis Hakim I Dewa Gede Suardita mengatakan pihaknya menunjuk hakim Herry Heryawan sebagai hakim mediator. Selanjutnya, ia meminta kepada masing-masing pihak untuk menemui hakim mediator dalam rangka mediasi.

"Masing-masing pihak selanjutnya menemui mediator untuk melaksanakan mediasinya dengan tenggat waktu yang ditentukan," kata Ketua Majelis Hakim di PN Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (26/1) seperti dilansir Antara.

Proses mediasi itu, kata hakim, dilaksanakan selama 30 hari kerja. Lalu, proses persidangan selanjutnya bakal digelar pada 2 Maret 2021 mendatang.

Meski telah menunjuk hakim mediator, majelis hakim menyampaikan proses mediasi itu bisa langsung dilakukan tanpa harus menemui mediator.

"Dalam mediasi ini, boleh sendiri atau kepada kita (hakim mediator)," kata hakim.

Di ruang sidang, pihak penggugat, Deden tampak hadir ditemani oleh kuasa hukum serta adiknya, Ajid dan Mochtar. Mereka menyetujui tawaran hakim untuk mediasi dengan tergugat, yakni Koswara (85) yang tak lain ayah kandung penggugat.

"Kami menunjuk hakim (sebagai) mediator," kata kuasa hukum dari Deden, Musa Darwin Pane diiringi dengan pernyataan senada oleh kuasa hukum dari Koswara, Bobby Herlambang Siregar.

Kasus anak yang menggugat ayah itu melibatkan seorang pria bernama Deden sebagai penggugat, dan pihak tergugat seorang kakek berusia 85 tahun bernama Koswara yang merupakan ayah kandung Deden.

2 dari 2 halaman

Deden Minta Maaf

Usai sidang, Deden menyampaikan permohonan maaf kepada ayah dan saudaranya karena sudah melakukan gugatan perdata. Ia siap berdamai dan melakukan syarat untuk bersujud di kaki Koswara.

"Saya punya dosa, orang tua sayang sama saya, saya juga sayang sama orang tua. Saya minta maaf, harus sujud ke orang tua, saya ngomong itu ke kakak dan adik saya," ucap Deden.

"Saya siap bersujud di kaki bapak. Saya minta maaf, saya benar-benar salah, saya sayang sama orang tua. Orangtua sekolahkan saya hingga seperti ini, saya siap untuk perdamaian," pungkasnya.

Gugatan bermula dari Koswara yang memiliki tanah warisan seluas 2.000 meter persegi di kawasan Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Jawa Barat. Sejumlah bangunan pertokoan pun berdiri di tanah tersebut.

Salah satunya bangunan toko di tanah tersebut disewakan kepada Deden. Deden menyewa bangunan tersebut untuk berdagang makanan dan minuman sejak tahun 2012.

Permasalahan timbul ketika Koswara berniat untuk menjual tanah warisan tersebut. Tujuannya pun warisan tersebut bakal dibagikan kepada ahli waris.

Namun Deden merasa keberatan untuk meninggalkan tempat tersebut karena menjadi tempat mata pencaharian. Akhirnya Deden menggugat ke Pengadilan Negeri untuk meminta ganti rugi kepada pihak tergugat sebesar Rp3 miliar apabila penjualan tanah itu dilakukan.

Baca juga:
Mengaku Diintimidasi, Koswara Laporkan Ketiga Anaknya ke Polisi
40 Advokat Siap Bela Koswara, Ayah 85 Tahun Digugat Anak Kandung hingga Rp3 M
Kasus Anak Gugat Orangtua di Bandung, Koswara Pasrah Habiskan Masa Tua di Meja Hijau
Cerita Nenek di Banyuasin Hadapi Sidang Gugatan Anak Karena Tanah Warisan
Hakim usul kasus Cicih digugat 4 anak kandung diselesaikan kekeluargaan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami