Anak Magang yang Tewas di Kebakaran Gedung Cyber Perpanjang Masa PKL

Anak Magang yang Tewas di Kebakaran Gedung Cyber Perpanjang Masa PKL
Kebakaran Gedung Cyber 1. ©Liputan6.com/Herman Zakharia
NEWS | 3 Desember 2021 20:36 Reporter : Nur Fauziah

Merdeka.com - Seto Fachrudin (17) salah satu korban meninggal dunia dalam musibah kebakaran yang terjadi di Gedung Cyber1, Mampang, Jakarta Selatan. Seto adalah siswa SMK Taruna Bhakti, Depok yang sedang menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di PT Abinawa.

Selain Seto, satu siswa lain yang juga menjalani PKL di tempat yang sama yaitu Muhammad Redzuan Khadafi (18). Keduanya meninggal dunia karena tak bisa menyelamatkan diri.
Informasi yang didapat, Seto dan Zuan tidak menjalani masa PKL bersamaan. Seto lebih dulu menjalani PKL dibanding Zuan. Dia menjalani PKL selama enam bulan.

"Sampai enam bulan (PKL). Seto masuk PKL bulan Mei," kata Wakil Bidang Hubungan Industri SMK Taruna Bhakti, Tanzela, Jumat (3/12).

Seharusnya, Seto sudah selesai menjalani PKL pada November. Namun dari pihak siswa yang meminta masa PKL diperpanjang. "Minimal magang itu kan enam bulan. Kalau dari perusahaan atau siswa ada yang mau memperpanjang masa PKL, kami persilakan karena maksimalnya adalah satu tahun," tegasnya.

PKL merupakan program wajib dari sekolah. Dan tahun ini pihak sekolah melaksanakan program tersebut sebagai bentuk pembelajaran langsung sehingga siswa memiliki pengalaman di dunia industri.

"Ini sebagai pembelajaran bagi siswa karena mereka siap bekerja ketika lulus. PKL ini sebagai proses pembelajaran siswa di industri mengenai budaya kerja juga," ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Tugas Korban

Seto dan Zuan melakukan PKL dengan posisi sebagai engineering di sebuah perusahaan internet. Mereka mengecek jaringan jalur kabel. Mereka bekerja mulai jam 08.00-16.00 WIB.
Secara porsi kerja, mereka di bawah pekerja pada umumnya. Selama praktik, siswa dibimbing oleh pembimbing.

"Kalau untuk di jamnya sendiri yang sudah kita sepakati juga dengan pihak perusahaan, mereka (siswa) dari jam kerja, maksudnya dari jam 8 sampai 4 sore. Secara porsinya kerjanya di bawah kerja orang pada umumnya. Mereka sedang ditugaskan melakukan pengecekan maintanance. Mereka juga didampingi oleh pembimbing. Mereka sudah lakukan secara SOP. Kita ngga ada yang tahu musibah seperti ini,” paparnya.

Mengenai perpanjangan masa PKL Seto, kata Tanzela, hal itu merupakan permintaan Seto kepada pembimbingnya. Pihak sekolah mengijinkan karena maksimal masa PKL adalah setahun. Menurutnya, Seto kemungkinan sangat bersemangat selama PKL sehingga ingin diperpanjang walaupun sebenarnya sudah bisa berakhir di November kemarin.

"Kemungkinan karena memang semangatnya anak ini PKL di industri. Dan secara jobdesknya sesuai sekali dengan bidang jurusannya," ungkapnya.

Sedangkan untuk Zuan baru saja memulia PKL selama sebulan. Dia mulai masuk PKL di perusahaan tersebut pada 1 November. “Lebih dulu Seto pada Mei. Kalau Zuan mulai 1 November,” pungkasnya. (mdk/rnd)

Baca juga:
Dua Pelajar SMK Korban Meninggal Kebakaran Gedung Cyber Sedang PKL
Dua Korban Kebakaran Gedung Cyber Siswa SMK di Depok
Polisi Olah TKP Kebakaran Gedung Cyber 1, Begini Hasil Temuannya
Empat Saksi Diperiksa Terkait Kebakaran Gedung Cyber
Pengelola Pastikan Alarm Berfungsi Saat Kebakaran Gedung Cyber
Pascakebakaran, Pengelola Gedung Cyber Evaluasi Kondisi Kaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami