Anak Perusahaan Lippo Akhirnya Serahkan Stadion Borombong ke Pemprov Sulsel

PERISTIWA » MAKASSAR | 17 Juli 2019 22:03 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) anak grup Lippo menyerahkan aset Pemprov Sulsel berupa lahan Stadion Barombong seluas 3,3 hektar dan jl Metro Tanjung Bunga sepanjang 7 kilometer lebih dengan total nilai investasi Rp2,5 triliun.

Penyerahan aset lahan stadion bertaraf internasional berikut akses jalannya itu berlangsung di Baruga Lounge Pemprov Sulsel, kantor gubernur, Rabu (17/7). Ditandai dengan penandatangan bukti administrasi oleh Presiden Direktur PT GMTD Tbk, Andi Anzhar Cakra Wijaya, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dan Sekretaris Kota mewakili Walikota Makassar, Muhammad Ansar.

Disaksikan langsung vice chairman Lippo Group, James Riady, Presiden Komisaris PT GMTD Tbk, Prof Didik J Rachbini.

Dengan berlangsungnya penyerahan aset ini, berarti desakan Pemprov Sulsel didukung koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa hari terakhir ini, membuahkan hasil.

Betapa tidak, berkali-kali pihak swasta itu diminta untuk serahkan aset tersebut namun tidak digubris. Alhasil, pembangunan stadion bertaraf internasional itu pun akhirnya dihentikan sembari menunggu kepastian status lahan.

Bahkan stadion tersebut sempat ditinjau oleh jajaran Pemprov Sulsel bersama Dwi Aprilia Linda, tim Koordinasi Supremasi Pencegahan (Korsupgah) KPK Wilayah 8, Jumat, 5 Juli lalu.

"Penyerahan Fasum dan Fasos ini merupakan bukti dukungan penuh perusahaan kepada pemerintah setempat dalam rangka percepatan pembangunan di kawasan tanjung bunga," kata Presdir PT GMTD Tbk, Andi Anzhar Cakra Wijaya.

Dirincinya, penyerahan ini meliputi lahan stadion Barombong seluas 3,3 hektar dengan nilai investasi sekarang sekitar Rp330 miliar dan jl Metro Tanjung Bunga kurang lebih sepanjang 7 kilometer dengan nilai investasi Rp2,2 triliun. Totalnya senilai Rp2,5 triliun.

Sementara Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan, tidak ada bargaining khusus dengan pihak PT GMTD Tbk ini sampai bersedia serahkan aset tersebut.

Kata dia, itu semata karena pihak swasta itu tertarik dengan visi pelayanan yang dijalankan Pemprov Sulsel saat ini.

"Tidak ada itu (bargaining). Tadi Pak James (James Riady) mengatakan, dia mengamati kita selama sembilan bulan ini (menjabat) dan tertarik dengan visi pelayanan kita antara lain memangkas izin, menyederhanakan semuanya," kata Nurdin Abdullah.

Ditambahkan, yang membuat tertarik pihak swasta ini juga adalah desain pengembangan tanjung bunga sehingga mereka bersedia serahkan ke pemprov dan pemprov akan melanjutkan penyerahan ke Pemkot Makassar.

Baca juga:
Pemprov Sulsel Ambil Alih Stadion Mattoanging dari Tangan YOSS
Habiskan Rp200 Miliar Lebih, Pembangunan Stadion Barombong Makassar Disetop
Usut Korupsi Pembangunan Pasar Rp3,7 M, Polisi Geledah Kantor Bupati Jeneponto
Jafar Umar Thalib dan Enam Santrinya Divonis 5 dan 6 Bulan Penjara
Sidang Pansus Angket, BKN Nilai SK Pengangkatan Pejabat Pemprov Sulsel Cacat Hukum

(mdk/rnd)