Anak Punk di Blora Diduga Tewas Dianiaya Saat Pesta Miras

PERISTIWA | 15 Juli 2019 10:02 Reporter : Liputan6.com

Merdeka.com - Deni Triyatama alias Embeng (16) warga Kelurahan Jepon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah telah dimakamkan Jumat malam (12/7) di Mahkaman Kucing, Patinan Jepon. Pemuda punk itu tewas dan ditemukan dalam karung di hutan jati Blora. Sejumlah luka lebam ditemukan di tubuh korban. Kuat dugaan Deni merupakan korban pembunuhan.

Teman Deni, Ucil (15) nama panggilannya, menceritakan bahwa Deni meninggal karena dikeroyok atau dipukuli ramai-ramai oleh rekan-rekannya. Sejak hari Senin (8/7) siang, Ucil mengaku bersama Deni. Rencananya, mereka berdua pergi menonton pertandingan sepak bola di Sleman.

Sebelum menuju ke Sleman, Ucil dan Deni nongkrong di kawasan pertokoan blok S yang bersebelahan dengan Mapolres Blora. "Saat nongkrong di Blok S itu kita ditelepon teman untuk membuatkan tato di Randublatung, terus kita mau," katanya, Sabtu (13/7).

Sampai di Randublatung, mereka tidak jadi membuat tato karena kehabisan tinta. Kemudian mereka malah minum-minum alias mabuk-mabukan. Awalnya mereka minum di pos ronda sampai pindah ke areal persawahan.

Namun tiba-tiba tanpa sebab yang jelas, korban dipukuli. Ucil lupa waktunya, namun saat itu ia memperkirakan sudah masuk Selasa (9/7) dini hari.

"Pemukulannya berlangsung cukup lama, sempat berhenti, terus dipukuli lagi. Ada 5 orang, saya dimintai memukul Deni, tapi tidak mau. Saya tidak tega melihatnya, wajah saya tak tutupin kaos," katanya.

Menjelang pagi, Deni diketahui sudah tidak bernyawa. Jenazah Deni lalu dibawa ke sebuah warung di dekat Hutan Randublatung, Blora. Para pelaku sarapan.

"Sesampainya di warung, mayat Deni ditidurkan di bangku depan warung," katanya.

Setelah sarapan, ada dua orang yang berangkat membuang mayat Deni dengan memakai motor miliknya boncengan bertiga dan kembali masuk hutan. "Waktu itu mayat Deni belum dikarungi, saya tidak tahu kalau soal karung itu," katanya.

Ucil menuturkan, Deni bukanlah anak komunitas punk atau komunitas supporter 'Bonek' seperti yang dibicarakan oleh para kerabat dan banyak orang.

Meskipun secara penampilan gaya Deni menyerupai anak Punk karena gaya rambutnya, dan seringkali memakai kaos band Punk.

Ucil pun dijemput Polres Blora untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Hingga kini aparat kepolisian masih melakukan pendalaman dan memburu pelaku. Keluarga korban pun sudah dimintai keterangan.

"Untuk penyebab pastinya belum tahu," jelas Kapolres Blora, AKBP Antonius Anang Tri Kuswindarto. (mdk/cob)

Baca juga:
Jenazah Anak Punk dalam Karung ditemukan di Hutan Blora
Hirup Gas Beracun, Dua Warga di Purwakarta Tewas di Dalam Sumur
Mayat Pasutri Bersimbah Darah Ditemukan di Dalam Toko Kasur
Geger Temuan Potongan Kepala dan Tangan Manusia di Banyumas
Mayat Perempuan Setengah Telanjang Mengapung di Sungai Brantas Mojokerto
Tertimbun 9 Hari, Ferdinan Tewas Terjebak di Ruang Kemudi Ekskavator

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.