Anas Minta Ulama NU Turut Dakwahkan Semangat Optimisme Cegah Wabah Corona

Anas Minta Ulama NU Turut Dakwahkan Semangat Optimisme Cegah Wabah Corona
Bupati Banyuwangi Azwar Anas. ©2020 Merdeka.com
PERISTIWA | 19 Mei 2020 16:58 Reporter : Mohammad Ulil Albab

Merdeka.com - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengundang pengurus cabang Nahdlatul Ulama (NU) Banyuwangi secara khusus di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, agar turut mendakwahkan optimisme di tengah masyarakat, agar bersama sama kompak mencegah virus Corona (Covid-19).

Anas mengatakan, semangat optimisme perlu diperkuat di tengah pandemik Covid-19 yang berimbas ke berbagai sektor. Dampaknya tidak hanya kesehatan, namun juga pada sektor ekonomi, pendidikan dan sosial, sehingga membuat banyak kalangan pesimis.

"Pada saat ini, semua orang mengeluh. Pemerintah jika boleh mengeluh, ya mengeluh. Bayangkan, anggaran Pemkab Banyuwangi ini tahun depan berpotensi defisit hingga Rp 500 M akibat pandemi ini. Tapi, mengeluh saja tidak cukup," kata Anas, Senin (18/5) malam.

Saat ini, katanya, Pemkab Banyuwangi terus berupaya menghadapi pandemi Covid-19 ini dengan secermat mungkin. Mulai dari mempersiapkan fasilitas kesehatan yang memadai, penyaluran jaring pengaman sosial seefektif mungkin, hingga mulai merancang recovery ekonomi dan sosial pasca Covid-19.

"Saat inilah, jiwa leadership para pemimpin diuji. Bagaimana dalam menghadapi situasi seperti ini. Mengeluh saja atau-kah bertindak mencari solusi. Mengeluh saja atau bertindak mencari solusi. Kami memilih yang kedua. Kami turun langsung temui semua camat dan kepala desa di Banyuwangi untuk bersama-sama mencari solusi setiap ada permasalahan yang muncul," katanya.

Upaya tersebut, katanya, perlu adanya dukungan masyarakat. Dukungan tersebut berupa sikap optimisme, bahwa kita semua bakal keluar dari Covid-19 ini dengan selamat.

"Kami ingin mengajak para kiai untuk bisa menerbitkan optimisme di tengah masyarakat. Mari kita bersama-sama, bergandengan tangan untuk mengatasi ini. Kekompakan semua elemen adalah kunci dari keberhasilan kita keluar dari wabah ini," jelasnya.

Sikap optimisme juga bisa muncul dalam berbagai hal, mulai dari upaya mematuhi protokol kesehatan Covid-19 sebagai bagian upaya preventif, menyalurkan aspirasi pada ruang yang tepat, dan menguatkan gotong royong antar masyarakat.

"Optimisme yang perlu kita bangun adalah optimisme yang berorintasi pada solusi. Jika solusi yang ada masih terbatas, maka kita optimalkan semaksimal mungkin. Sembari mencari solusi lain atas kekurangan-kekurangannya," ujarnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi KH. Ali Makki Zaini menyambut baik gagasan Bupati Anas tersebut. Di tengah situasi yang serba sulit ini, memang membuat banyak orang dis-orientasi. Nyaris semua pihak mengalami dampak. Baik yang terlihat nyata di mata umum, maupun yang tak kasat mata.

"Kami banyak menerima laporan, bagaimana masyarakat berkeluh kesah menghadapi situasi saat ini. Banyak para pekerja yang terpukul. Tapi, memang berkeluh kesah saja tak cukup. Berpangku tangan menunggu bantuan juga tidak solutif," ungkap tokoh yang biasa disapa Gus Makki tersebut.

"Maka, gagasan pak bupati untuk mengajak masyarakat optimis ini menarik. Kami berpikir, optimisme yang perlu dibangun di tengah situasi serba sulit ini adalah bagaimana membangun solidaritas di tengah masyarakat. Bagaimana satu sama lain saling tolong," katanya. (mdk/hrs)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami