Anggaran Pembangunan Ibu Kota Baru Tahap Satu Capai Rp510 Miliar

Anggaran Pembangunan Ibu Kota Baru Tahap Satu Capai Rp510 Miliar
Desain Istana Negara di ibu kota baru. ©Instagram/Jokowi
NEWS | 12 Oktober 2021 15:03 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Pembangunan ibu kota baru negara Indonesia terus berlangsung. Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Muliadi menyebutkan pemerintah pusat mengalokasikan anggaran lebih kurang Rp510 miliar untuk tahap satu.

"Dalam dokumen RKP (rancangan kerja pemerintah) 2022, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp510 miliar untuk pembangunan ibu kota negara baru tahap satu," ujar Muliadi di Penajam, Selasa (12/10). Dikutip dari Antara.

Pembangunan ibu kota negara Indonesia yang baru tersebut merupakan proyek dan program prioritas nasional.

Masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara dapat ikut serta dalam pembangunan ibu kota negara dengan pihak ketiga yang ditunjuk sebagai kontraktor pelaksana.

Semua bakal dilakukan secara terbuka dan seluruh masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara yang berminat bekerja sama dengan kontraktor pelaksana silakan mendaftar.

"Karena proyek nasional, tentu saja untuk rekrutmen tenaga kerja dan kerja sama mempunyai ketentuan dan persyaratan yang harus dipenuhi," ucap Muliadi.

"Silakan warga Kabupaten Penajam Paser Utara yang memiliki kapasitas dan keahlian, tenaga kerjanya dipersiapkan untuk berpartisipasi bangun ibu kota negara baru," tambahnya.

Diharapkan pemerintah pusat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas, serta kontraktor pelaksana bisa merekrut tenaga kerja lokal.

"Sejak awal pemerintah pusat memberikan lampu hijau bagi tenaga kerja lokal untuk berpartisipasi dalam pembangunan ibu kota negara baru," jelas Muliadi

Pemerintah pusat juga meminta Real Estate Indonesia atau REI ikut mendukung pembangunan ibu kota negara Indonesia yang baru tersebut.

Presiden Joko Widodo telah menetapkan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta dipindahkan di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur. (mdk/cob)

Baca juga:
Presiden Bisa Tunjuk dan Copot Pimpinan di Ibu Kota Baru
Jubir Presiden: Menumbuhkan Habitus Indonesia Maju Merupakan Prinsip Perpindahan IKN
Bos Bappenas: Pembangunan Infrastruktur di Ibu Kota Baru Telah Dimulai
Pemerintah Sebut Pemindahan Ibu Kota Negara Tak Akan Selesai dalam 3-4 Tahun
Pemerintah Serahkan Surat Presiden Terkait Pemindahan Ibu Kota ke DPR

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami