Anggaran Tak Cukup, Pemekaran Papua Selatan Dilakukan Bertahap

PERISTIWA | 30 Oktober 2019 22:04 Reporter : Supriatin

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut, rencana pemekaran Papua berdasarkan analisis intelijen. Tito mengaku telah mengantongi data-data dari intelijen.

"Ini kan situasional. Kita kan dasarnya data intelijen. Kemudian data-data lapangan kita ada," kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/10).

Mantan Kapolri ini mengklaim, pemekaran Papua untuk mempercepat pembangunan di kawasan tersebut. Dia juga beralasan ada kepentingan keamanan dan persatuan bangsa di balik rencana pemekaran Papua.

"Kita bicara masalah kesatuan dan persatuan bangsa," ujarnya.

Sejauh ini, ada dua usulan yang masuk soal pemekaran Papua, yakni Papua Selatan dan Papua pegunungan. Namun, dari dua kawasan tersebut hanya Papua Selatan yang sudah siap.

Nantinya, Papua Selatan meliputi kabupaten Merauke, Asmat, Mappi dan Boven Digul. Kendati belum memenuhi syarat pemekaran provinsi, yakni harus memiliki lima kabupaten atau kota, Tito tak ambil pusing. Menurutnya pemekaran tetap dilakukan secara bertahap.

"Idealnya lima tapi anggarannya tidak cukup. Itu kita lakukan bertahap," kata dia.

Tito melanjutkan sebetulnya ada 183 permintaan pemekaran wilayah. Namun permintaan tersebut tak bisa dikabulkan seluruhnya karena keterbatasan anggaran.

"Anggaran kita kan terbatas maka dilakukan moratorium," pungkas Tito. (mdk/lia)

Baca juga:
Bertemu Mendagri, Mahfud Bahas Rencana Pemekaran Papua
Soal Anggaran Provinsi Baru di Papua, Sri Mulyani Tunggu Kepastian Hukum
Jokowi Janji Kaji Usulan Pemekaran Wilayah Pegunungan Tengah Papua
Bupati Pegunungan Arfak Singgung Pemekaran Wilayah, Ini Jawaban Jokowi
Ridwan Kamil Berharap Jokowi Setujui Pemekaran Sejumlah Wilayah di Jabar
Ganjar Sebut Peneliti dan yang Bicara Soal Pemekaran Wilayah Harus Kredibel
Ganjar Pranowo Tegaskan Tak Ada Urgensi Pemekaran Wilayah Soloraya

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.