Anggota DPR Harap Penertiban Baliho Rizieq Syihab Diselesaikan Secara Hukum

Anggota DPR Harap Penertiban Baliho Rizieq Syihab Diselesaikan Secara Hukum
PERISTIWA | 20 November 2020 15:25 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Anggota Komisi I DPR, Abdul Kadir Karding menilai instruksi Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mencopot baliho pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab, memang diperlukan. Namun, dia mengingatkan supaya tidak mengambil langkah yang berlebihan.

"Agar tidak hal-hal yang bisa diselesaikan dengan komunikasi, pendekatan dan sebagainya bisa kita selesaikan. Atau kita selesaikan dengan cara hukum kalau memang ada masalah-masalah hukum di dalamnya," kata Karding kepada wartawan, Jumat (20/11).

Di satu sisi Karding mengatakan, perintah Pangdam itu merupakan hal wajar. Sebab Karding melihat, orasi dan kegiatan Rizieq selama ini seolah melakukan provokasi kepada banyak pihak.

"Saya melihat bahwa orasi atau kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Habib Rizieq dalam konteks pengumpulan massa maupun dalam konteks orasi-orasi yang mengundang dugaan kebencian, kemudian provokasi-provokasi yang terkait dengan banyak pihak," ujar Karding.

Provokasi itu, kata Karding, dipandang Pangdam Jaya sebagai sesuatu yang mengarah mengganggu pertahanan dan keamanan nasional. Termasuk potensi memecah belah kelompok masyarakat yang berdampak pada stabilitas keamanan.

Maka itu, Karding melihat apa yang disampaikan Pangdam Jaya sudah sesuai. "Jadi kalau Pangdam melakukan itu menurut saya pasti sudah ada dasar pandangannya atau dasar pemikirannya oleh beliau," kata politikus PKB ini.

Karding pun mengimbau supaya dari kubu Rizieq tidak menyampaikan provokasi. Dia sarankan, Rizieq berceramah atau berdakwah dengan cara yang lembut dan baik.

"Jadi itu sebenarnya kita harus sekarang ini menahan diri untuk tidak saling melakukan provokasi. Dari pihak Habib Rizieq menurut saya jangan (provokasi)," ucapnya.

"Toh Rasulullah itu berdakwah dengan cara-cara kasih sayang sehingga umat akan lebih banyak tertarik mengikuti kita kalau dengan cara-cara yang lembut, yang penuh kasih sayang, yang baik," lanjut Karding.

Sebelumnya, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menegaskan pencopotan spanduk Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab oleh prajurit TNI merupakan perintah langsung darinya.

"Sekarang kok mereka (FPI) ini seperti yang ngatur suka-sukanya sendiri, saya katakan itu perintah saya, dan ini akan saya bersihkan semua, tidak ada itu baliho yang mengajak revolusi dan segala macam,” ucap Dudung usai mengikuti rapat koordinasi di Jakarta, Jumat (20/11/2020).

Dudung pun mengingatkan FPI dan Rizieq Shihab mematuhi aturan hukum yang berlaku. Bila tidak, maka dia menyebut organisai tersebut layak untuk dibubarkan.

"Jangan coba coba pokoknya (tidak taat aturan). Kalau perlu FPI bubarkan saja itu. Bubarkan saja. Kalau coba-coba dengan TNI, mari," ujar dia. (mdk/gil)

Baca juga:
Baliho Rizieq Dicopot, Komisi 1 Nilai Suatu Kota Bermasalah saat TNI Turun Tangan
Jejak Mayjen Dudung Abdurachman dari Loper Koran Jadi Pangdam Jaya
Pangdam Jaya Dukung Satpol PP Tertibkan Baliho Rizieq Syihab
Perintah Pangdam Jaya Copot Baliho Rizieq Dinilai Sesuai Aturan dan Ciptakan Keamanan
Sisi Lain Mayjen Dudung, Pangdam Jaya Perintahkan Anak Buah Copot Baliho Rizieq
Pangdam Perintahkan Copot Baliho Rizieq, Fadli Zon Ingatkan TNI Tak Terseret Politik

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami