Anggota DPR Minta Lakukan Testing dan Tracing di Sekolah yang Belajar Tatap Muka

Anggota DPR Minta Lakukan Testing dan Tracing di Sekolah yang Belajar Tatap Muka
Semangat Siswa Ikuti Sekolah Tatap Muka di Malang. ©2021 Merdeka.com/Nanda Farikh Ibrahim
NEWS | 26 September 2021 13:34 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Heryawan meminta pemerintah meningkatkan testing dan tracing Covid-19. Terutama di sekolah yang telah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka terbatas(PTM).

Menurutnya, langkah ini perlu sebagai bentuk kewaspadaan. Sekaligus antisipasi guna melindungi siswa dan tenaga pendidik.

"Pemda tidak perlu khawatir bahwa peningkatan testing akan meningkatkan temuan kasus positif. Jika upaya penanggulangan berjalan baik, maka angka positive rate akan tetap rendah meskipun testing meningkat," katanya dalam pesan singkat, Minggu(26/9).

Dia memberi pesan khusus pada pemerintah daerah Jawa Barat. Agar tetap waspada. Serta melakukan testing sedini mungkin sehingga tidak akan terjadi penambahan kasus.

"Terbukti daerah yang testing dan tracingnya tinggi lebih cepat menurunkan kasus, seperti Jakarta dan Jawa Timur," ungkapnya.

Pemerintah mengklaim melakukan testing sebanyak 1,1 juta orang per minggu pada 20 September 2021. Jumlah itu telah melampaui standar WHO yang sekitar 270 ribu orang per pekan dengan positivity rate di bawah 5 persen. Walaupun begitu pemerintah harus tetap waspada.

"Jangan terlena. Apalagi saat ini telah terjadi pelonggaran PPKM yang dapat memicu lonjakan kasus. Salah satunya adalah pembelajaran tatap muka yang mulai diberlakukan di beberapa daerah," bebernya. (mdk/noe)

Baca juga:
Disdik Jabar Belum Temukan Klaster Covid-19 di Sekolah yang Menggelar PTM
Kemendikbudristek Uji Coba PeduliLindungi buat Mendata Kasus Covid-19 di Sekolah
Menko Airlangga Dorong Vaksinasi Pelajar Cegah Klaster Sekolah
Ridwan Kamil soal Kasus Covid-19 pada 149 Sekolah di Jabar: Belum Valid
Kemendikbudristek Pastikan Data Ribuan Guru & Siswa Covid-19 Belum Diverifikasi
Kemendikbud Masih Cek Data Soal Waktu Terjadinya Klaster Covid-19 Sekolah di Jakarta

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami