Anggota DPR Minta Satgas RT/RW Jadi Motor Pengendali Covid-19

Anggota DPR Minta Satgas RT/RW Jadi Motor Pengendali Covid-19
Rumah isolasi terpusat di Bekasi. ©Liputan6.com/Herman Zakharia
NEWS | 30 Juli 2021 15:05 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo meminta Satgas Covid-19 di tingkat RT dan RW berkolaborasi dengan warga, khususnya dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama di lingkungan masing-masing. Tujuannya, agar pengendalian Covid-19, penerapan protokol kesehatan dan pendampingan terhadap pelaku Isoman bisa lebih efektif dan optimal.

"Satgas di tingkat RT, RW harus jadi motor pengendalian Covid-19, karena itu satgas harus dioptimalkan. Caranya, ya dengan cara melibatkan semua elemen masyarakat yang ada di lingkungan tersebut, termasuk tokoh masyarakat dan tokoh agama. Perlu disadari, pengendalian Covid-19 bisa efektif jika dilakukan secara gotong-royong," kata Rahmad Handoyo kepada wartawan di Jakarta, Jumat (30/7).

Politisi PDIP ini meyakini, bila saja warga di tingkat RT dan RW kompak dan mau bersama-sama menjaga lingkungannya dari ancaman Covid-19, maka tingginya angka kematian pelaku isolasi mandiri (isoman) bisa ditekan.

"Warga yang terjangkit Covid-19 dan melakukan isolasi mandiri di rumah, tentu butuh dukungan dari orang-orang dekat di lingkungannya. Nah, kalau warga kompak memberi bantuan, dukungan serta pendampingan, yakin resiko kematian akan menurun," katanya.

Rahmad menyebut, pendampingan terhadap para Isoman itu memang tidak mudah lantaran masih banyak masalah yang ditemukan di lapangan. Para pasien yang sedang melakukan isoman yang berada dalam kecemasan, kata dia, mungkin jadi tertutup karena merasa Covid-19 adalah aib.

"Fakta di lapangan, sampai saat ini masih ada sebagian masyarakat yang menganggap Covid-19 itu adalah aib. Termasuk ada juga yang tidak percaya Covid, mereka tidak peduli dan masih tetap berkeliaran meski sudah terpapar Corona. Nah, dalam kondisi seperti ini harus ada gerakan bersama semua elemen masyarakat," tuturnya.

"Para isoman harus dipantau hari demi hari agar mereka disiplin menerapkan prokes. Perkembangan kondisi kesehatan mereka harus terbaca, sehingga petugas dapat mengambil langkah-langkah yang tepat penanganan selanjutnya," sambungnya.

Menurutnya, keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam pengendalian virus corona tak bisa ditawar lagi. Mengingat saat ini penyebaran virus corona bukan lagi pada level perkantoran tapi di tingkat permukiman warga.

"Sekarang penularan virus corona ada di perkampungan, bahkan sudah di perumahan, di rumah tangga. Karena itu tak ada pilihan lagi, Satgas Covid-19 di tingkat RT, RW harus dioptimalkan," katanya. (mdk/bal)

Baca juga:
Tempat Tidur Mulai Kosong, Pemkot Tangerang Minta Pasien Isoman Pakai Fasilitas RIT
KSP Bentuk Mobile Training Team untuk Layani Masyarakat Jalani Isoman
Pemkot Bogor Siapkan Oksigen Gratis untuk Warga Isoman
Bentuk Mobile Training Team Isoman, KSP Koordinasi dengan TNI, Polri, dan BNPB
Pemkab Bekasi Siapkan Tempat Isolasi Terpusat untuk Buruh Terpapar Covid-19
Mayoritas Fraksi Tolak Fasilitas Isolasi Mandiri Anggota DPR

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami