Anggota DPR Nilai Belum Saatnya Terapkan New Normal

Anggota DPR Nilai Belum Saatnya Terapkan New Normal
PERISTIWA | 26 Mei 2020 02:34 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Kementerian Kesehatan mengeluarkan panduan umum bagi perusahaan yang beroperasi di tengah pandemi Covid-19. Panduan ini disebut-sebut untuk tatanan kehidupan gaya baru alias new normal.

Anggota DPR Fraksi PAN Eddy Soeparno berpendapat, kondisi new normal belum tepat diterapkan. Salah satu alasannya karena kasus positif Covid-19 di Indonesia belum turun signifikan.

"Saatnya belum tepat untuk menerapkan kondisi new normal, mengingat kondisi di lapangan terlihat bahwa warga yang terinfeksi justru naik bukan turun saat ini," kata Eddy lewat pesan suara kepada merdeka.com, Senin (25/5).

Menurutnya, pemerintah seharusnya justru lebih waspada dengan adanya kenaikan kasus positif yang masih signifikan. Kebijakan yang diambil seharusnya penerapan disiplin yang lebih ketat lagi kepada warga. Pelonggaran aktivitas warga relaksasi dirasa tidak tepat dengan kondisi saat ini.

"Kedua kita belum punya data epidemiologi, data hasil PCR (Polymerase Chain Reaction) test yang masif untuk menentukan berapa jumlah warga yang sesungguhnya terinfeksi, nah sampai belum ada data tersebut rasanya sulit bagi kita untuk melakukan langkah-langkah terkait relaksasi PSBB. dimana-mana," ucapnya.

Eddy melihat, kedisiplinan masyarakat masih relatif rendah terkait pembatasan skala besar. Terutama soal jaga jarak. Contohnya di bandara terjadi penumpukan, kemudian di daerah-daerah tertentu pasar pasar dan tempat perbelanjaan ramai orang berkerumunan.

"Hal kedisiplinan ini justru perlu diperketat, diperkuat lagi dengan adanya pengawasan yang efektif dari aparat, dengan adanya ketiga permasalahan ini saya kira masih belum saatnya yang tepat untuk kita melakukan relaksasi dari PSBB sehingga melahirkan new normal tersebut," pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada situasi Pandemi.

Dengan aturan tersebut, dunia usaha dan pekerja akan bisa memulai aktivitasnya di tengah-tengah pandemi.

"Untuk itu pasca pemberlakuan PSBB dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, perlu dilakukan upaya mitigasi dan kesiapan tempat kerja seoptimal mungkin sehingga dapat beradaptasi melalui perubahan pola hidup pada situasi Covid-19 atau New Normal," kata Menkes Terawan Agus Putranto dalam keterangannya seperti dikutip Senin (25/5). (mdk/noe)

Baca juga:
Psikolog Sebut Proses Adaptasi New Normal Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental
Tanpa Perhitungan Matang, New Normal Bisa Picu Ledakan Covid-19
Pengamat Nilai Penerapan New Normal Harus Dimulai dengan Merekayasa Sosial
Luhut Minta Masyarakat Disiplin Patuhi Protokol New Normal
Sudah Ada Panduan New Normal, Kapan PNS Mulai Bekerja dari Kantor?
PDIP: New Normal Jalan Kompromi Antara Kesehatan dan Ekonomi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5